Kompas.com - 20/05/2013, 13:41 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan premi Kartu Jakarta Sehat (KJS) dinilai pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo tidak akan menyelesaikan masalah. Menurut Agus, rumah sakit swasta akan tetap menjadi korban dari program tersebut.

"Antara sistem premi dan sistem pembayaran KJS adalah dua hal berbeda. Kalau premi kan sudah berkaitan dengan asuransi, sedangkan KJS itu menggunakan dana sosial," ujar Agus saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2013) di Jakarta.

"Buat rumah sakit swasta itu penderitaan, kalau RSUD mungkin enggak masalah. Makanya mereka (RS swasta) meninggalkan KJS," lanjut Agus.

Seperti diketahui, premi pasien di DKI Jakarta dihargai Rp 23.000. Belakangan, Pemprov DKI berencana menaikkan premi menjadi Rp 50.000 dengan alasan agar rumah sakit swasta tidak mengalami kerugian operasional. Pemprov DKI berpendapat semakin tinggi premi pasien, biaya klaim pasien di rumah sakit dapat terpenuhi.

Sistem pembayaran KJS pun berubah sejak 1 Maret 2013. Jika sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI membayar rumah sakit per pelayanan seorang pasien, kini tidak lagi. Pemprov DKI menyerahkan pengelolaan ke PT Askes melalui sistem Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) dengan pembayaran per paket.

Menurut Agus, kebijakan peningkatan premi per pasien harus diikuti dengan perbaikan dari pihak Pemprov DKI Jakarta juga. Salah satunya terkait jaminan pembayaran reimburse sekaligus kecepatan pembayaran pasien yang tepat waktu.

"Makanya, berhak saja RS swasta keluar dari KJS. Nah sekarang tinggal bagaimana Pemprov DKI merespons kondisi tersebut," lanjut Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diwartakan sebelumnya, terdapat 16 rumah sakit swasta yang mundur mengurus KJS atas alasan berat dengan tarif harga INA-CBG's yang dikeluarkan PT Askes (Persero). Tarif yang diberlakukan berdasarkan sistem paket ini dinilai merugikan rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.