Mobil Pelayanan bagi Masyarakat Diluncurkan

Kompas.com - 21/05/2013, 02:45 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Metaforma yang bergerak di bidang kesehatan jiwa meluncurkan mobil pelayanan kesehatan jiwa.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf, di acara peluncuran mobil pelayanan kesehatan jiwa (mobile mental health service/MMHS), Senin (20/5), di Jakarta, mengatakan, kasus gangguan jiwa saat ini makin banyak terjadi di Indonesia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, angka gangguan jiwa berat di Indonesia 0,46 persen (1 juta penduduk). Di Jakarta, angkanya mencapai 2,03 persen.

Faktor psikososial yang makin kompleks, menurut Nova, menjadi pemicu tawuran pelajar, mutilasi, dan bunuh diri.

”MMHS merupakan langkah preventif untuk menekan angka kejadian gangguan jiwa. Kita tak lagi menunggu orang dengan gangguan jiwa pergi ke dokter, tetapi melayani orang-orang yang enggan ke dokter karena malu atau alasan lain,” katanya.

Di MMHS, masyarakat bisa mendapatkan layanan konseling bagi gangguan yang mereka rasakan. Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi terkait berbagai gangguan jiwa dari brosur yang disediakan. Tim konseling terdiri dari perawat, dokter, psikolog, dan psikiater.

MMHS direncanakan akan beroperasi di berbagai lokasi keramaian, fasilitas pendidikan, dan tempat lain yang dibutuhkan masyarakat.

Kasubdit Kelompok Berisiko Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Edduwar Idul Riyadi mengatakan, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa sulit dijangkau. Stigma yang dilekatkan pada penderita membuat mereka malu dan tidak nyaman untuk mengakses layanan kesehatan jiwa.

”Hanya 10 persen penderita gangguan jiwa yang mau berobat. Sisanya memilih untuk tidak mengakses layanan kesehatan jiwa. Melalui MMHS, masyarakat bisa lebih memahami kesehatan jiwa sehingga stigma bisa dikurangi,” kata Edduwar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, keberadaan MMHS merupakan terobosan penanganan masalah gangguan kesehatan jiwa, terutama dari sisi promotif dan preventif. (DOE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.