Kompas.com - 21/05/2013, 21:03 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Mundurnya sejumlah rumah sakit swasta dari kemitraan Kartu Jakarta Sehat (KJS) menyebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengevaluasi kembali program berobat gratis bagi warga ini.

Sistem pembayaran dengan menggunakan Indonesia Case Base Group (INA-CBG’s) dinilai sebagai salah satu penyebab mundurnya rumah sakit swasta yang mengaku menanggung kerugian. Sistem pembayaran yang baru diberlakukan sejak April lalu ini membuat  klaim rumah sakit jauh di bawah ketentuan tarif yang diberlakukan. Rata-rata klaim untuk rawat inap hanya dipenuhi 59 persen, sementara untuk klaim rawat jalan diklaim 50 persen.

Besaran tarif premi yang hanya Rp. 23 ribu juga dianggap terlalu kecil, dan tidak mampu menutupi biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Wagub DKI Basuki Tjahja Purnama mengakui besaran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hanya Rp 23.000 per bulan tidak cukup. Ia bahkan sudah memprediksi, minimnya premi ini akan membuat banyak rumah sakit swasta keberatan.  

Namun hal berbeda diungkapkan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia Prof. Hasbullah Thabrany. Menurutnya, premi sebesar Rp 23.000 per bulan sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi pelayanan. Nilai premi tersebut juga sudah dapat menutupi biaya operasional rumah sakit.

"Sebetulnya biaya tersebut cukup, meski tidak ideal. Biaya ini terutama untuk proses pengobatan non bedah," kata pengamat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini, Selasa (21/5/2013), di Jakarta.

Hasbullah mengatakan, biaya tersebut memungkinkan kalangan ekonomi menengah ke bawah mendapat manfaat maksimal pengobatan. Pengobatan akan diberikan sesuai penyakit yang diderita, sehingga pasien tidak perlu berlama-lama di rumah sakit.

"Premi 23 ribu memang membuat marginal revenue rumah sakit turun. Tapi hal ini juga tidak lantas mematikan rumah sakit," kata Hasbullah.

Tetapi diakui Hasbullah, dengan nilai premi tersebut keuntungan yang diperoleh rumah sakit menjadi tidak besar. Keuntungan yang mengecil ini lah yang kemungkinan belum bisa diterima kalangan pengusaha rumah sakit.

Terkait hal ini, Hasbullah menyarankan, pemerintah dan rumah sakit duduk bersama dan membicarakan keberatan yang dialami pengusaha terutama margin keuntungan yang diterima

Sementara dengan premi Rp. 50 ribu, menurut Hasbullah tetap lebih ideal. Dengan premi ini pelayanan bisa lebih maksimal, karena dapat menjangkau tindakan bedah. "Tapi memang perlu dibicarakan lagi tindakan bedahnya. yang jelas tindakan bedah tidak cukup kalau hanya Rp 23 ribu," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
Trombosis Vena Dalam (DVT)

Trombosis Vena Dalam (DVT)

Penyakit
Myelofibrosis

Myelofibrosis

Penyakit
5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.