Kompas.com - 22/05/2013, 04:40 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersepakat membentuk posko pengaduan cepat pasien. Hal ini sebagai tindak lanjut atas mundurnya 16 rumah sakit dari pelaksanaan program Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Setelah bertemu Kemenkes, kami bersepakat akan membentuk posko pengaduan cepat untuk pasien KJS," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Selasa (21/5/2013). Posko ini terbentuk beranggotakan Kemenkes, Dinas Kesehatan DKI (Pemprov DKI), dan Case-Mix Centre. Case-Mix Centre adalah wadah yang dibentuk Kemenkes dengan tugas mengumpulkan, mengolah, serta menyajikan data dan informasi mengenai pelaksanaan sistem pembayaran pelayanan kesehatan.

Dien melanjutkan, umumnya data Case-Mix yang akurat dapat digunakan sebagai salah satu rujukan rumah sakit dalam melakukan penilaian terhadap pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. Tim terpadu itu kemudian berencana memanggil 14 rumah sakit swasta yang berniat mengundurkan diri atau belum menyerahkan surat resmi pengunduran diri dari program KJS. Pemanggilan itu untuk mengetahui keluhan-keluhan mereka terkait penerapan sistem INA CBG's (Indonesia Case Based Group) dan premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebesar Rp 23.000.

"Tim terpadu ini akan memanggil 14 rumah sakit untuk di-breafing untuk mengetahui bagaimana keluhan mereka," kata Dien. Evaluasi INA CBG's, kata dia, juga dilakukan melalui kajian clinical pathway atau medical pathway alias kajian detail tahap-tahap pelayanan kesehatan.

Kajian tersebut dilakukan untuk mengendalikan variasi pelayanan kesehatan yang dianggap kurang perlu dan dapat membebani pasien. Lebih lanjut, Dien mengatakan, dalam pertemuan dengan Kemenkes tidak ditentukan besaran nilai premi BPJS. "Semua itu ditentukan oleh Kemenkes. Saya enggak mau berandai-berandai mengenai angkanya. Tunggu akhir bulan ini saja," kata Dien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.