Kompas.com - 28/05/2013, 13:13 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Percaya atau tidak, vitamin D bukan hanya dapat membantu membentuk tulang kuat, tapi juga membantu mencegah kanker. Sinar matahari merupakan sumber kunci dari vitamin D. Maka berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko mengidap kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa sedikit paparan sinar matahari dapat mengurangi risiko kanker payudara, kolon, prostat, dan beberapa jenis kanker lain. Jumlah yang direkomendasikan untuk paparan sinar matahari yaitu selama 10 hingga 20 menit, dua sampai tiga kali seminggu. Dalam jumlah ini, kita bahkan tidak memerlukan perlindungan apapun.

Bahkan, dengan mencukup kebutuhan vitamin D dapat mengurangi kecepatan perkembangan sel-sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, pasien kanker payudara yang tidak cukup asupan vitamin D memiliki perkembangan sel kanker yang dua kali lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang cukup asupan vitaminnya.

Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang banyak ditemukan di ikan seperti tuna, salmon, mackerel, dan sardin. Selain itu vitamin D juga ditemukan di telur, susu, dan sereal. Namun untuk memperoleh manfaat dari vitamin D, tubuh juga memerlukan paparan dari sinar matahari.

Institute of Medicine menyarankan jumlah vitamin D yang dikonsumsi bagi wanita hingga usia 50 tahun yaitu 200 international unit (IU), bagi wanita berusia 51 hingga 70 tahun yaitu 400 IU, dan bagi wanita berusia lebih dari 71 tahun yaitu 600 IU. Sedangkan para ahli menyarankan bagi pria berusia lanjut yaitu 400 hingga 800 IU. Dan dosis harian bagi pria masih perlu dievaluasi.

Sebagai perbandingan, satu butir telur mengandung 25 IU dan 113 gram potongan ikan salmon memiliki 400 IU vitamin D.

Kendati vitamin D memiliki efek yang baik bagi tubuh, namun konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama untuk vitamin dari sumber non-alami seperti suplemen. Jika dikonsumsi berlebihan, vitamin D akan memberikan efek yang tidak baik untuk tubuh. Dalam tingkat serius, kelebihan vitamin D dapat merusak fungsi organ seperti paru-paru, jantung, dan ginjal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.