Uji Coba Vaksin Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut Berhasil

Kompas.com - 29/05/2013, 09:54 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Vaksin pertama yang ditargetkan untuk melindungi anak-anak dari penyakit tangan, kuku, dan mulut, yang diujicoba di Cina menunjukkan hasil yang memuaskan.

Penyakit tangan kuku dan mulut biasanya menyerang bayi dan anak-anak. Penyakit yang ditandai oleh demam tinggi dan bintil berair ini bisa menimbulkan rasa nyeri jika timbul di bagian mulut.

Meski umumnya penyakit ini tidak berbahaya, tetapi komplikasi penyakit bisa membuat virus ini menyebar ke jaringan otak dan mengakibatkan kematian.

Penelitian vaksin penyakit tangan kuku dan mulut melibatkan 10.000 anak. Hasilnya, vaksin ini efektif mencegah virus sampai 90 persen.

Penyakit ini pernah menyebabkan wabah di Cina tahun 2009 dengan jumlah penderita mencapai 1,2 juta orang dan hampir 14.000 orang mengalami komplikasi berat dan 353 orang meninggal dunia.

Tim peneliti dari provinsi Jiangsu dan Beijing membuat vaksin dari enterovirus 71 (EV71) penyebab penyakit ini yang sudah tidak diaktifkan. Dua suntikan diberikan kepada anak-anak berusia 6-35 bulan.

"Infeksi EV71 menjadi fokus karena menyebabkan penyakit yang parah pada anak-anak, bahkan kematian. Vaksin EV71 ini diharapkan bisa mencegah perburukan penyakit," tulis peneliti dalam laporannya di jurnal The Lancet.

Penyakit tangan, kuku, dan mulut bisa disebabkan oleh virus lain, misalnya Coxsackievirus A16, bahkan strain laind ari EV71. Karena itu vaksin yang sedang diteliti ini tidak mencegah penyakit sama sekali.

"Vaksin EV71 mungkin hanya bagian kecil dalam mengurangi insiden besar penyakit tangan kuku dan mulut, bahkan jika dilakukan imunisasi masal," katanya.

 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X