Kompas.com - 05/06/2013, 07:58 WIB
EditorAsep Candra

Akibat sampah kiriman, menurut Astawan kini hanya sekitar 30 persen saja dari 240 keluarga penghuni Pulau Pari yang masih menanam rumput laut. Usaha rumput laut yang awalnya merupakan pencetak uang bagi masyarakat, kini mulai ditinggalkan warga yang lebih melirik potensi ekonomi dari pariwisata.  

Selain dikenal dengan budidaya rumput laut, Wilayah Kelurahan Pulau Pari Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan memang memiliki kawasan pantai yang indah. Berkat program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Astawan, Pulau Pari kini menjadi salah daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Pulau Seribu. Tak heran bila kini banyak warga yang memilih menyediakan jasa homestay untuk tamu yang datang ke pulau.

"Setiap tahun ada sekitar 200 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Pari. Kebanyakan turis di sini dapat melakukan beragam kegiatan wisata bahari seperti diving, snorkling, jelajah mangrove dan menanam pohon bakau, " tutur Astawan.   

Di sekitar wilayah Kelurahan Pulau Pari, ada pulau lain yang dihuni warga yakni Pulau Lancang. Pulau ini merupakan salah satu penghasil utama ikan teri dan rajungan. Hasil laut terbaik dari Pulau Lancang bukan hanya dikirim ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, melainkan juga sudah diekspor ke luar negeri.   

Kepulauan padat gizi

Dengan kekayaan alamnya, Kepulauan Seribu memang menyimpan potensi luar biasa. Menurut pakar gizi dan pangan dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) Prof Ahmad Sulaeman, Kepulauan Seribu tak hanya dianugerahi pantai indah. Wilayah ini sebenarnya menyimpan potensi sumber kekayaan pangan yang luar biasa.

Betapa tidak, wilayah yang terdiri 110 pulau dengan luas daratan 8,76 kilometer persegi ini dapat diibaratkan wilayah yang "padat gizi". Tercatat beberapa jenis sumber pangan yang dihasilkan warga Kepulauan Seribu seperti rumput laut dan hasil kekayaan laut lainnya seperti ikan teri, kepiting, rajungan dan beragam ikan laut lainnya.

"Beberapa jenis kekayaan pangan ini merupakan sumber gizi yang sangat baik bagi pertumbuhan serta kecerdasan, terutama protein dan asam lemak yang terkandung dalam ikan. ," ujarnya.

Ahmad mengakui, potensi budidaya rumput laut dan sumber pangan lainnya di Pulau Pari bisa semakin terancam apabila kiriman sampah dan limbah tidak ditangani serius. Limbah plastik dan logam berat bukan hanya akan menurunkan kualitas dan mengganggu ekosistem. Namun yang tak kalah berbahaya adalah risiko adanya pencemaran logam berat seperti arsenik dan merkuri pada sumber  pangan.

"Bukan tidak mungkin pencemaran logam berat juga sudah sampai ke sini. Otomatis kualitas dan keamanan rumput laut akan terganggu," ujar Ahmad yang menyarankan adanya penelitian lebih jauh akan pencemaran terhadap sumber-sumber pangan di Kepulauan Seribu.

Di acara Jelajah Gizi 2013, potret tentang potensi sumber pangan di Kepulauan Seribu dan pemanfaatannya oleh masyarakat tergambar dengan cukup jelas. Dalam program ini, para wartawan dan blogger peserta menjadi saksi betapa ragam kekayaan pangan di Kepulauan Seribu harus segera diselamatkan dari ancaman pencemaran. 

Jelajah gizi adalah program rutin yang digagas PT Sarihusada, perusahaan penyedia produk nutrisi ibu dan anak, untuk menggali  mengenai kekayaaan dan keragaman pangan nusantara beserta nilai gizi yang dikandungnya.

"Jelajah Gizi  dimaksudkan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat yang tinggal di kepulauan kecil memenuhi kebutuhan pangan mereka, kandungan gizi dari makanan yang mereka konsumsi, jenis masakan serta bagaimana pengolahannya," kata Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs PT Sarihusada Generasi Mahardhika.  

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.