Kompas.com - 05/06/2013, 11:31 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Indonesia ternyata tidak memiliki aturan tentang laboratorium. Aturan ini menerangkan kelengkapan, kelayakan, dan keamanan suatu laboratorium, termasuk kepemilikan sejumlah sampel penelitian. Belum adanya aturan tentang laboratorium memungkinkan Indonesia berada dalam ancaman atau teror menggunakan makhluk hidup (bioteroris).

"Kita tidak punya UU yang mengatur laboratorium. Alhasil, kita tidak tahu apa dan bagaimana bila menemukan sampel berbahaya," kata ahli biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Dr. drh. CA. Nidom pada seminar sehari "Celebrating 60 Years DNA Discovery" di Titan Centre, Jakarta, Selasa (4/6/2013) kemarin.

Padahal, laboratorium adalah sumber rekayasa genetika. Dari tempat inilah ditemukan organisme baru yang tidak atau sengaja ditemukan manusia. Di laboratorium pula, organisme yang tidak atau berbahaya berasal. Ketiadaan peraturan tentang laboratorium, menjadikan tempat penelitian bisa menyimpan sampel berbahaya. Laboratorium juga bisa melakukan berbagai eksperimen karena tidak adanya aturan.

"Aturan ini bukannya lantas mengekang penelitian. Namun harus ada aturan, misal kalau menemukan sampel berbahaya kita harus kemana dan bagaimana melaporkannya," kata Nidom.

Seorang peneliti, menurut Nidom, memiliki akses besar terhadap peluang munculnya berbagai organisme baru,  baik yang berbahaya maupun tidak. Di banyak negara maju, aturan tentang laboratorium sudah diterapkan. Aturan ini memungkinkan peneliti menerapkan peraturan tentang pelaksanaan suatu riset. Adanya aturan juga membentengi masyarakat dari efek negatif, bila terjadi hal yang tidak diinginkan dalam suatu riset.

"Sebaiknya kita berkaca pada kasus Namru beberapa waktu lalu. Saat terjadi kebocoran tidak yang bisa, mau, ataupun dipaksa bertanggung jawab," imbuhnya

Adanya peraturan tentang laboratorium memungkinkan Indonesia dapat mengantisipasi risiko dan ancaman bioterorisme. Makhluk hidup yang biasa digunakan adalah virus atau bakteri. Kedua makhluk ini akan menyerang masyarakat hingga mengakibatkan sakit, dan tidak bisa beraktivitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita tidak tahu apa yang dilakukan laboratorium, atau sampel apa yang mereka punya. Selama aturannya belum ada sangat mungkin kita jadi sasaran bioterorisme, baik yang dikembangkan di dalam atau luar negeri," kata Nidom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.