Kompas.com - 05/06/2013, 17:09 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Berhenti merokok itu sebenarnya mudah. Namun, dibutuhkan komitmen yang sangat kuat untuk mempertahankan kemauan dan tekad.

Bagi Anda yang ingin berhenti merokok, pengalaman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie ini mungkin dapat menginspirasi. Jimly adalah mantan perokok. Kini ia sudah berhenti total dan berniat meninggalkan kebiasaan merokok untuk selamanya. 

Jimly menuturkan, tekad dan keinginan berhenti merokok berkali-kali muncul dalam dirinya. Tetapi akibat pengaruh lingkungan, tekad tersebut dapat runtuh dengan mudahnya. Faktor lingkungan diakuinya adalah hambatan yang kerap merusak niat seseorang untuk berhenti merokok.

"Saya lima kali berhenti merokok. Namun balik merokok lagi karena pengaruh teman," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie pada Peresmian S Clinic di Jakarta Rabu (5/6/2013).

Rata-rata setelah sekitar 3 bulan berhenti, Jimly memutuskan untuk kembali merokok. Niatnya untuk berhenti sebenarnya sudah tercetus sejak 1995. Namun niat ini baru benar-benar terlaksana pada 1998. Sampai sekarang sudah 14 tahun Jimly bebas dari rokok. "Yang penting cari momentum. Jadikan berhenti kerokok bagian dari sejarah hidup," kata pria kelahiran Palembang 17 April 1956 ini.

Selain mencari momentum, Jimly berpesan kepada mereka yang berniat stop merokok untuk mencari lingkungan yang lebih mendukung. Lingkungan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan. Motivasi kuat juga sangat dibutuhkan bila kita terjebak dalam lingkungan yang penuh dengan perokok.

"Kalau lingkungan merokok, kita akan mudah terpengaruh. Sedapat mungkin bertahan jangan terpengaruh," kata Jimly.

Ia juga menyarankan untuk mencari aktivitas baru sebagai penyeimbang.  Carilah kesibukan dan lingkungan berbeda. "Sedapat mungkin cari kesibukan untuk mengisi kekosongan. Lingkungan yang beda dengan keseharian juga akan membuka wawasan pentingnya berhenti merokok," kata Jimly.

Jimly bilang, seorang perokok akan memiliki sejuta alasan yang memperbolehkan tindakannya. Bermacam kesibukan akan menghalangi orang untuk menciptakan alasan tersebut. Jimly mengatakan, dari berbagai tips menjaga komitmen menjadi yang utama. Dia mengatakan dirinya tak butuh lama untuk berhenti merokok.

"Saya berhenti merokok 20 Mei 1998, bersamaan lengsernya mantan presiden Soeharto. Saat memutuskan berhenti, saya langsung tidak menghisap rokok," kata Jimly.

Pengurangan rokok sedikit demi sedikit tidak berlaku bagi dirinya. Hal ini dikarenakan komitmen yang sudah tertanam kuat. Saat ini Jimly mengatakan dirinya merasa sangat sehat. "Berbeda dengan saat masih merokok. Sekarang badan terasa lebih enak, segar, dan mulut tidak bau rokok," kata Jimly.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.