Kompas.com - 11/06/2013, 09:43 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -  Setiap hari, jumlah orang yang mengalami kenaikan berat badan kian bertambah. Bahkan jumlah ini mengalahkan jumlah orang yang sukses menurunkan berat badan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa obesitas telah menjadi suatu epidemi global dan lebih dari 1 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami kelebihan berat badan dan 300 juta orang di dunia mengalami obesitas.

Ini jelas bukan angka yang kecil. Mengingat obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko meningkatnya penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan stroke. Ironisnya, tidak semua orang obesitas memahami ini.

Patokan angka di BMI pun tidak bisa dijadikan ukuran bahwa Anda berada dalam ‘angka’ yang sehat. Jika lingkar pinggang Anda masih tertimbun lemak, Anda pun masih berisiko mengalami penyakit tersebut.

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa dengan meningkatkan massa otot, terutama di daerah perut dan sekitarnya, dapat menurunkan risiko kematian. Semakin  tinggi massa otot semakin sedikit ruang bagi lemak yang tersimpan.

Fakta ini sudah cukup untuk menyadarkan banyak orang bahwa kita tidak bisa mengandalkan berat badan ideal untuk mempridiksi tingkat kesehatan, tapi juga harus mempertimbangkan seberapa besar prosentase lemak yang tersimpan dalam tubuh kita.

Tumpukan lemak di perut atau yang biasa disebut sebagai obesitas sentral merupakan timbunan lemak yang terkonsentrasi di perut yang merupakan faktor risiko penyebab terjadinya sindrom metabolik dan resistensi insulin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Resistensi Insulin

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel Anda menajdi kurang sensitif terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mendapatkan gula dari darah. Tingginya kadar insulin dan glukosa dalam darah sangat berkorelasi dengan tingkat lemak yang Anda simpan di perut Anda.

Ini berarti bahwa gula yang ada dalam darah Anda dapat meningkatkan lemak di perut Anda. Inilah mengapa obesitas sentral dianggap sebagai salah satu faktor risiko tertinggi untuk diabetes dalam hubungannya dengan insulin dan fungsi glukosa. Dari fakta ini pula Anda akan dapat menentukan strategi yang tepat untuk mengurangi timbunan lemak di perut Anda dan mendapatkan bentuk perut yang lebih indah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.