Kompas.com - 20/06/2013, 22:11 WIB
virus corona bbc.co.ukvirus corona
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Para ahli menyatakan, coronavirus baru yang ditemukan di Timur Tengah diduga mudah sekali menular antar manusia dan lebih mematikan dibanding SARS.

Dalam setahun terakhir ini ,Badan Kesehatan Dunia WHO telah mencatat setidaknya 60 kasus akibat serangan virus misterius yang juga dikenal dengan nama Middle East Respiratory Syndrome (MERS) ini. Sebanyak 38 korban di antaranya meninggal, dan kebanyakan kasus berasal di Arab Saudi. Sejauh ini, coronavirus tak menyebar secepat virus SARS pada 2003, yang merenggut 800 orang.

Tim ahli internasional yang meneliti 24 kasus MERS di Arab Saudi bagian timur menemukan bahwa coronavirus baru ini ternyata punya kemiripan dengan SARS. Namun, berbeda dengan SARS, peneliti belum dapat mengungkap sumber dari MERS.

Yang menjadi kekhawatiran menurut tim ahli adalah MERS bukan cuma mudah menular antarmanusia, tetapi juga dapat menyebar di dalam rumah sakit. Hal yang juga terjadi pada kasus SARS.

"Bagi saya MERS sangat mirip SARS," kata Dr. Trish Perl, epidemiologis senior dari Johns Hopkins Medicine, yang merupakan bagian dari tim peneliti. Tim ahli ini telah mempublikasikan temuannya dalam New England Journal of Medicine edisi online.

Perl menambahkan, timnya belum dapat memastikan bagaimana virus ini menyebar pada setiap kasus, apakah itu melalui tetesan cairan dari bersin atau batuk, atau jalur lain yang tidak langsung. Beberapa pasien di rumah sakit tidak berdekatan lokasinya dengan seorang yang terinfeksi, tapi mereka tetap dapat tertular virus misterius ini.

"Dalam kondisi yang tepat, penyebarannya bisa saja meledak", ungkap Perl yang menekankan bahwa tim ahli hanya meneliti satu kluster MERS di Arab Saudi.

Kasus infeksi coronavirus sejauh ini terus bertambah, dan tampaknya akan menjadi wabah di Arab Saudi. Kasus MERS telah dilaporkan di beberapa negara seperti Jordania, Qatar, Uni Emirat  Arab, Ingris, Prancis, Jerman, Italia dan Tunisia. Kebanyakan kasus ditemukan di negara-negara yang punya hubungan langsung dengan kawasan Timur Tengah.

Perl mengatakan, pada kluster yang diteliti di Arab Saudi, beberapa pasien ternyata dapat menginfeksi lebih banyak orang.  Seorang pasien yang sedang menjalani perawatan dialisis ditemukan dapat menyebarkan MERS kepada 7 pasien lain.

Perl dan timnya juga menyimpulkan gejala MERS dan SARS sama. Penyakit ini dimulai dengan demam dan batuk selama beberapa hari, sebelum berkembang menjadi pneumonia. Namun MERS tampaknya lebih mematikan. Pasalnya, dibandingkan SARS yang rata-rata kematiannya hanya 8 persen, tingkat kefatalan MERS dapat mencapai hingga 65 persen.

Sumber virus MERS pun masih misterius, beda halnya dengan SARS yang jejaknya ditemukan pada kelelawar sebelum menular ke manusia lewat musang. MERS mungkin saja terkait dengan virus kelelawar, tetapi beberapa ahli berpendapat penyakit ini bisa berasal dari unta atau kambing.  Hipotesa lainnya, kelelawar yang terinfeksi mungkin mencemari sumber pangan seperti kurma, yang banyak ditanam dan dikonsumsi di Arab Saudi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Herniasi Otak
Herniasi Otak
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.