Mutasi Gen Ganggu Kehamilan

Kompas.com - 03/07/2013, 12:28 WIB
Menjelang persalinan sebaiknya bumil memperbanyak aktivitas dan bergerak. shutterstockMenjelang persalinan sebaiknya bumil memperbanyak aktivitas dan bergerak.
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Mutasi gen berpotensi timbulkan gangguan preeklamsia pada ibu hamil, di samping penyebab lain. Gangguan itu bisa berujung pada kematian. Untuk mencegah preemklasi, ibu hamil dianjurkan menambah asupan vitamin B6 hingga lima kali lipat dari kebutuhan normal.

Hal itu disampaikan Wawang Setiawan Sukarya saat mempertahankan disertasinya ”Peran Polimorfisme T833C/844INS68 Gen Cystathionine ß Synthase (CBS) terhadap Hiperhomosisteinemia Plasma pada Wanita Suku Deuteromelayu yang Hamil dan Melahirkan Disertai Preeklamsia Berat” di sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Selasa (2/7), di Depok.

Preeklamsia ditandai dengan tingginya tekanan darah, kadar protein pada air seni, dan pembengkakan sejumlah bagian tubuh. Jika tak diatasi, gangguan itu bisa berubah menjadi eklamsia yang ditandai dengan kejang-kejang dan dapat mengakibatkan kematian.

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001, 24 persen dari kematian ibu di Indonesia disebabkan eklamsia. Adapun angka kejadian preeklamsia di Indonesia 3,4-8,6 persen dari jumlah ibu hamil.

Hingga saat ini, penyebab preeklamsia belum bisa dipastikan. Meski demikian, hampir semua ahli sepakat gangguan itu terkait dengan kejang pembuluh darah.

Dalam penelitiannya, Wawang menemukan hubungan antara mutasi gen Cystathionine ß Synthase (CBS) dan preeklamsia. Mutasi gen CBS menyebabkan peningkatan zat homosistein (asam amino yang mengandung sulfur) di dalam darah.

”Homosistein mengandung racun. Saat zat itu meningkat, endotel (sel-sel gepeng yang melapisi permukaan) pembuluh darah bisa mengalami kerusakan,” kata Wawang, dokter spesialis kandungan yang juga Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia.

Wawang menyatakan, penelitiannya hanya mencakup perempuan dari kelompok Deuteromelayu yang terdiri dari suku Jawa, Melayu, Minang, Aceh, Bali, Makassar, dan Manado. Dari 45 perempuan hamil dengan gangguan preeklamsia yang diteliti, hanya satu orang (2,22 persen) yang mengalami mutasi gen CBS.

Vitamin B

Selain mutasi gen CBS, penyebab hiperhomosistein adalah kekurangan kofaktor asam folat, vitamin B12, dan vitamin B6, serta mutasi gen metilentetrahidrofolat reduktase.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X