Kompas.com - 11/07/2013, 11:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Puasa adalah ibadah yang mengharuskan seseorang menahan lapar dahaga. Mereka yang berpuasa hanya diberi waktu makan dan minum dari saat berbuka hingga sahur menjelang terbit matahari. Agar ibadah puasa tetap lancar dan nyaman selama sebulan penuh, asupan gizi tentu harus tetap dijaga, tak terkecuali untuk anak-anak yang ikut menjalankannya.

Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit MRCCC dr. Dina Garniasih Sp.A(K) Onk, menjaga asupan makanan anak yang berpuasa selama bulan Ramadhan penting artinya agar mereka tak sampai kekurangan  gizi. Salah satu kuncinya adalah mengatur keseimbangan nutrisi dengan memilih menu bergizi saat berbuka dan sahur. 

"Zat gizi seimbang harus tersedia saat sahur dan berbuka," katanya.

Dina menyampaikan beberapa tips dan saran agar kebutuhan nutrisi anak yang berpuasa di bulan Ramadhan tetap tercukupi dan seimbang.

Untuk menu sahur, Dini menyarankan anak mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Makanan ini bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara lambat, tapi tahan lama.  Contoh makanan ini adalah nasi merah, anggur, pisang, jeruk, ubi jalar, kacang hijau, apel dan jus apel. Makanan pedas sebaiknya dihindari saat sahur. Pasalnya, makanan pedas dikhawatirkan dapat merusak dinding lambung. Dina juga menyarankan anak minum susu saat sahur.

Untuk hidangan berbuka, anak-anak sebaiknya mengonsumsi hidangan dengan indeks glikemik tinggi. Hidangan ini bisa meningkatkan kadar gula darah secara cepat dan singkat. Jenis hidangan ini adalah roti, donat, corn flakes, wafel, dan kentang panggang.

"Berbukalah dengan makanan ringan sehingga lambung tidak kaget," kata Dina.

Dina menyarankan untuk menghindari konsumsi gorengan dan permen saat berbuka karena kedua makanan dapat memicu keluarnya asam lambung. Apalagi saat berbuka puasa, lambung sangat sensitif,sehingga kadar asam mudah meningkat.

Konsumsi makanan berkadar lemak tinggi juga sebaiknya dihindari paad saat berbuka. Makanan ini, kata Dinia, dapat menyebabkan gangguan pencernaan serta nyeri di ulu hati.

Walau terlihat menyegarkan, minuman dingin tidak termasuk dalam asupan yang dapat dikonsumsi saat berbuka. Minuman dingin dapat menyebabkan konstraksi pada lambung. Selain itu, minuman dingin juga memberikan efek kenyang berlebih.

"Akibatnya anak malas makan hidangan yang bergizi," kata Dina.

Selama berpuasa tentu anak bisa beraktivitas seperti biasa. Namun porsi aktivitas fisik sebaiknya agak dikurangi. Dikhawatirkan anak akan merasa lelah dan haus. Untuk olahraga ringan, Dina menyarankan untuk melakukannya menjelang berbuka.

"Kalau anak berhasil puasa tidak masalah memberinya hadiah. Asal nilai puasa tertanam di hatinya. Pemberian hadiah akan menambah semangat anak," kata Dina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    PENYAKIT
    Cacingan
    Cacingan
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

    Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

    Penyakit
    Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

    Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

    Health
    Limfangitis

    Limfangitis

    Penyakit
    Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

    Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

    Health
    Penyakit Jantung Rematik

    Penyakit Jantung Rematik

    Penyakit
    3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

    3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

    Health
    Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

    Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

    Health
    6 Gejala Asam Urat di Lutut

    6 Gejala Asam Urat di Lutut

    Health
    Karsinoma Sel Skuamosa

    Karsinoma Sel Skuamosa

    Penyakit
    10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

    10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

    Health
    Rahim Turun

    Rahim Turun

    Penyakit
    6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    Health
    Herniasi Otak

    Herniasi Otak

    Penyakit
    Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

    Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

    Health
    Insufisiensi Mitral

    Insufisiensi Mitral

    Penyakit
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.