Kompas.com - 11/07/2013, 17:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah momen yang sangat dinantikan umat muslim. Banyak yang berharap dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan istimewa ini. Hal sama mungkin juga dirasakan penderita kanker. Kendati harus berjuang melawan pertumbuhan sel ganas yang menggerogoti tubuh, keinginan berpuasa tentu sama dengan yang tidak menderita kanker.

Banyak orang mungkin berpikir puasa adalah hal tak dapat dilakukan para penderita kanker mengingat kondisi kesehatannya. Padahal faktanya, penderita kanker bisa tetap berpuasa meskipun dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. 

"Tidak ada masalah dengan puasa, asal dijalankan dengan cara yang betul. Kalau metodenya benar, manfaat baik puasa akan terasa," kata survivor kanker sekaligus praktisi gaya hidup sehat Liong Pit Lin dalam seminar Belajar Pola Hidup Sehat untuk Perangi Kanker di Rumah Anyo Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Salah satu metode, menurut Liong, adalah dengan membatasi asupan yang manis. Liong mengatakan, puasa bukan berarti memberi izin untuk makan semua yang manis, apalagi ketika waktu berbuka tiba.

Seorang penderita kanker, menurut Liong, sebetulnya tak diperbolehkan lagi mengkonsumsi gula putih. Sehingga, asupan sirup dan kolak saat berbuka tak boleh lagi ada. Asupan gula harus diganti dengan rasa manis yang berasal dari buah dan sayur.

"Gula adalah cancer feeder. Asupan gula yang berlebih akan memicu kanker," kata Liong.

Sel kanker sendiri membutuhkan banyak gula sebagai energi pertumbuhannya. Sayur dan buah harus dinomorsatukan dalam menu sahur serta berbuka. Dalam sehari sayur dan buah yang dikonsumsi, minimal berjumlah 7 porsi. Bila tidak mampu makan langsung, bisa dikonsumsi dalam bentuk jus tanpa gula tambahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat bangun sahur langsung minum air putih, setelah itu makan buah," kata Liong.

Buah, menurutnya, lebih baik dikonsumsi saat perut kosong sehingga penyerapannya lebih maksimal. Selanjutnya, bisa makan nasi dan lauk. Saat berbuka, Liong kembali menyarankan konsumsi buah dan sayur. Setelah itu baru bisa makan seperti biasa.

Dua jam usai makan, Liong kembali menyarankan jus buah atau sayur sebagai penutup. Untuk nasi, Liong menyarankan konsumsi beras merah. Hidangan ini berindeks glikemik rendah sehingga menjamin kecukupan energi, karena pelepasan gula yang perlahan.

Untuk lauk, Liong menyarankan, yang kaya gizi dan tidak digoreng. Lauk yang digoreng akan meningkatkan asupan lemak jenuh, dan memicu pertumbuhan sel kanker.

"Jadikan kanker sebagai teman. Kalau kita baik memperlakukan dia, tentu dia juga baik terhadap kita," kata Liong.

Perlakuan baik adalah, dengan meningkatkan asupan kaya gizi dalam sayur dan buah, meski sedang puasa.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

Health
Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.