Kompas.com - 17/07/2013, 05:43 WIB
Ilustrasi ramuan bahan herbal. Shutterstock Ilustrasi ramuan bahan herbal. Shutterstock
EditorPalupi Annisa Auliani
STOCKHOLM, KOMPAS.com - Badan pengawas makanan Swedia, Selasa (16/7/2013), menyatakan telah menemukan arsenik berkadar sangat tinggi dalam sebuah ramuan herbal China. Temuan itu disebut berpotensi besar memunculkan gangguan kesehatan kesehatan serius.

Senyawa racun itu ditemukan dalam produk yang dikenal sebagai Niu Huang Chieh-tu-pien. Pedagang ramuan itu mengklaim racikan herbal ini dapat menyembuhkan beragam penyakit, termasuk sakit gigi, infeksi kulit, anoreksia, dan demam pada bayi.

Produk yang sama juga dijual di tempat lain dengan nama India Divya Kaishore Guggul dan
Chandraprabha Vati. "Dosis yang dianjurkan memiliki jumlah harian arsen anorganik yang pada skenario terburuk sama dengan setengah dosis mematikan," kata Leif Busk, seorang pakar racun pada Badan Pangan Nasional Swedia.

Dampak bagi siapa pun yang meminum ramuan ini, menurut Busk akan sangat serius. "Menakutkan berpikir ada perusahaan yang menjual bahan yang sangat berbahaya ini."

Produk tersebut telah ditemukan dan langsung dilarang dijual lagi di Stockholm. Namun barang yang sama masih dapat ditemukan dan dijual di kota-kota lain di Swedia. Bahkan, ramuan ini bisa dibeli melalui toko online.

Peringatan telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Stockholm, tak hanya untuk kota lain di negaranya tetapi juga ke negara-negara lain di Eropa, mengenai temuan ini. Peringatan disampaikan melalui sistem Uni Eropa.


Sumber AFP/ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X