Olahraga atau Diet, Mana yang Memengaruhi Berat Badan?

Kompas.com - 17/07/2013, 13:34 WIB
Atur pola makan untuk mengontrol berat badan. shutterstockAtur pola makan untuk mengontrol berat badan.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Berolahraga secara rutin dan menjaga pola makan sehat adalah syarat yang harus dipenuhi jika Anda ingin menurunkan berat badan. Masalahnya, jika seseorang sangat memperhatikan salah satu gaya hidup sehat tersebut, ia menjadi kurang perhatian pada faktor lainnya.

Bila seseorang menaruh perhatian lebih pada asupan makannya, biasanya ia akan melupakan olahraga. Demikian juga sebaliknya. Jadi, sebenarnya mana yang paling memengaruhi berat badan, olahraga atau menjaga pola makan?

Ternyata, orang yang merasa bahwa diet adalah faktor penting untuk mengontrol berat badan cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih rendah dibanding yang lebih percaya pada olahraga.

Hal tersebut disimpulkan dari enam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Pada riset tersebut, peneliti menanyakan lebih dari 1.200 responden di Amerika, Kanada, China, Perancis, dan Korea Selatan tentang faktor utama yang membuat mereka kegemukan.

Peneliti juga mendata tinggi dan berat badan untuk mengetahui nilai indeks massa tubuh sebagai indikator kegemukan. Hasilnya, orang yang mengatakan olahraga mencegah obesitas memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi.

"Keyakinan akan memengaruhi tindakan kita," kata peneliti Brent McFerran PhD.

Jika berpikir olahraga adalah kuncinya, seseorang cenderung banyak bergerak dan tidak memperhatikan asupan makan.

Meski olahraga memang dapat membantu usaha pelangsingan, orang sering berlebihan dalam mengira kalori yang sudah dibakar saat berolahraga. Akibatnya, mereka mengompensasi aktivitas fisik itu dengan makan lebih banyak.

Di lain pihak, jika percaya bahwa diet sehat adalah cara terbaik menjaga berat badan, Anda menjadi kurang begitu semangat berolahraga, tetapi sangat berhati-hati menjaga asupan. Tetapi, hal ini menguntungkan, terutama karena orang juga sering salah mengira jumlah kalori yang mereka makan.

Masalahnya, kebanyakan orang berpikir mereka cukup berolahraga untuk membakar sekian kalori. Padahal, banyak bukti menunjukkan bahwa mengatur pola makan adalah cara paling efektif untuk menurunkan berat badan.
 
"Bila kita makan siang dengan total 3.000 kalori, hanya sedikit orang yang masih punya waktu untuk membakar kalori tersebut di sisa harinya," katanya mencontohkan.

McFerran menyarankan untuk menyingkirkan makanan tinggi kalori dalam daftar santapan. Selanjutnya, lebih baik menggunakan piring dan mangkok kecil supaya kita selalu makan dengan porsi yang pas.

Keri Glassman RD, ahli penurunan berat badan Women's Healt, mengatakan, olahraga sangat penting dalam menjaga badan tetap sehat meski memang sulit menurunkan berat tubuh hanya dengan olahraga.

Tetapi, itu jangan lantas menghentikan kebiasaan baik berolahraga, mengingat ada banyak sekali manfaat positif dari aktivitas fisik ini. Olahraga merangsang produksi endorfin yang meningkatkan metabolisme. Olahraga juga menyehatkan jantung, memperkuat tulang, membantu tidur lebih baik, menurunkan stres, dan baik untuk kesehatan jiwa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X