Kompas.com - 25/07/2013, 07:33 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com —  Kekurangan gizi pada ibu hamil bisa menyebabkan cacat bawaan dan berbagai gangguan pada bayi yang dilahirkan. Kekurangan asam folat, misalnya, mengakibatkan cacat selubung saraf yang bisa menyebabkan bayi meninggal. Kalaupun bertahan hidup, akan mengalami cacat berat.

”Asam folat berperan penting dalam proses genetik. Asupan asam folat cukup membuat proses pembentukan DNA bayi berjalan baik sehingga organ tubuh bayi terbentuk sempurna,” kata Ketua Program Studi Doktor Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Saptawati Bardosono, di Jakarta, Senin (22/7).

Bentuk kecacatan selubung saraf, antara lain, berupa spina bifida dan anensefali. Spina bifida adalah tidak tertutupnya selubung saraf tulang belakang secara sempurna. Anensefali adalah ketidaksempurnaan pertumbuhan tengkorak kepala dan otak.

Saptawati memaparkan, sering kali bayi yang lahir dengan anensefali meninggal dalam hitungan jam. Adapun bayi yang mengalami spina bifida berisiko menderita kelumpuhan, tidak mampu mengontrol buang air besar dan kecil.

”Penderita cacat selubung saraf yang bisa bertahan hidup akan sangat bergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Selain kekurangan asam folat, Saptawati menambahkan, kekurangan zat seng harus diwaspadai ibu hamil. Tanpa asupan mineral seng memadai, bayi yang dilahirkan bisa memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga gampang terserang berbagai penyakit.

Ibu hamil yang menderita anemia akan melahirkan bayi yang kekurangan zat besi. ”Bayi yang lahir dengan kekurangan zat besi akan sulit berkembang kecerdasannya,” ujar Saptawati.
Autis

Menurut Noroyono Wibowo dari Subbagian Fetomaternal, Bagian Obstetri dan Ginekologi, FKUI, kekurangan asupan vitamin dan mineral pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami autis. Vitamin dan mineral berperan penting dalam pembentukan otak dan jaringan saraf pada bayi.

Autis merupakan masalah perkembangan anak yang ditandai gejala antara lain gangguan komunikasi dan interaksi sosial serta keterbatasan minat dan imajinasi. Gangguan ini tidak hanya disebabkan faktor psikologis, tetapi juga akibat gangguan pada perkembangan otak.

”Kurangnya asupan mineral, misalnya zat besi dan seng, bisa membuat otak dan saraf janin tidak terbentuk sempurna. Hal itu yang bisa menyebabkan autis,” kata Noroyono.

Menurut Saptawati, untuk menghindari berbagai gangguan pada bayi, ibu hamil harus menjaga asupan gizi jauh sebelum kehamilan. ”Idealnya, sejak remaja, perempuan menjaga asupan gizi supaya bayi yang dilahirkan kelak tidak mengalami gangguan apa pun,” ujarnya.

Selama masa kehamilan, calon ibu harus memeriksa kesehatan secara rutin. Jika diketahui ada kandungan nutrisi yang kurang, perlu segera dilakukan intervensi dengan pemberian makanan atau suplemen.

Menurut Noroyono, pemenuhan kebutuhan nutrisi paling baik dilakukan dengan mengonsumsi makanan alami mengandung banyak zat gizi, bukan suplemen buatan mengandung zat gizi tertentu.

Pemenuhan satu jenis nutrisi biasanya terkait dengan kecukupan nutrisi jenis lain. Sebagai contoh, konsumsi asam folat yang tinggi tanpa asupan vitamin B6 dan B12 cukup bisa meningkatkan kadar homosistein dalam darah sehingga risiko terkena penyakit jantung dan stroke meningkat. (K02)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.