Kompas.com - 01/08/2013, 12:49 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna



Kompas.com -
Gangguan kesuburan yang dialami oleh seorang wanita ternyata berpengaruh besar pada kesehatan anak yang kelak dilahirkannya. Pengaruh tersebut terutama pada risiko penyakit kanker.

Secara umum risiko penyakit kanker di masa kanak-kanak atau dewasa muda lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu yang tidak bermasalah dengan kesuburannya.

Untuk leukemia di masa anak-anak, risikonya akan naik 30 persen, sementara risiko kanker kelenjar endokrin di usia dewasa muda sekitar 2,7 kali lebih tinggi.

Demikian menurut penelitian yang menganalisa data lebih dari 2,8 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1964 - 2006. Sekitar 125,844 (4,4 persen) anak terlahir dari ibu yang sebelumnya memiliki gangguan kesuburan alias sulit hamil.

Menurut data, sekitar 10-15 persen pasangan di negara Barat memiliki gangguan kesuburan dan 3,5 juta anak lahir berkat terapi kesuburan seperti bayi tabung (IVF). Denmark merupakan negara di Eropa yang memiliki jumlah terbesar bayi yang lahir lewat terapi kesuburan.

Risiko kanker yang dihadapi anak-anak tersebut 18 persen lebih tinggi untuk kanker di masa anak-anak dan 22 persen lebih tinggi untuk kanker di usia dewasa muda.

"Kami menemukan bayi yang lahir dari ibu yang sebelumnya sulit hamil memiliki risiko kanker lebih besar. Terutama kanker leukemia dan kelenjar endokrin," tulis para peneliti dalam International Journal of Cancer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti menjelaskan, gangguan kesuburan pada wanita atau terapi kesuburan terkait dengan kanker karena mekanisme epigenetik. Ini berarti terjadi perubahan fungsi gen.

Anak-anak yang lahir dari program bayi tabung juga diketahui memiliki tingkat kelainan cetakan gen, misalnya sindrom Beckwith-Wiedemann, yang bisa menyebabkan lubang di perut atau gangguan belajar.

Ketua peneliti, Marie Hargreave dari pusat penelitian kanker Denmark, mengatakan, hasil penelitian ini menunjukkan adanya gangguan mekanisme genetik yang semakin luas pada terapi kesuburan.

Meski begitu, belum diketahui apakah peningkatan risiko kanker tersebut berasal dari obat-obat yang dipakai dalam terapi kesuburan atau memang berasal dari gangguan kesuburan itu sendiri.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.