Kompas.com - 09/08/2013, 06:49 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kalau pasien yang sudah obesitas dan jika saat berpuasa sudah mengalami penurunan berat badan, sehabis lebaran cenderung berat badannya kembali seperti sebelum puasa dan berat badannya akan melonjak. Sakit maag yang sudah sembuh akan kembali kambuh karena makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang berlemak, coklat dan keju berlebihan.

Penyakit akibat ketiadaan PRT

Menjelang lebaran dan satu minggu setelah Lebaran biasanya pekerja rumah tangga juga ikut pulang kampung sehingga kebersihan rumah kurang diperhatikan. Di sisi lain petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang bertumpuk dan belum terangkat. Keadaaan ini biasanya menyebabkan  lebih banyak lalat dan tikus-tikus.

Tentunya binatang-binatang yang membawa bibit penyakit ini jika tidak diperhatikan dan tidak dicegah keberadaannya akan membawa dampak juga bagi kesehatan kita. Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid.

Tikus merupakan vector yang penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk  terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti yang membawa  virus DHF. Oleh karena itu tetap harus diperhatikan kebersihan di dalam dan sekitar rumah,  hindari air-air tergenang yang potensial tempat hidupnya jentik  nyamuk pembawa virus maut tersebut.

Ketidakadaan pembantu termasuk  liburnya jasa katering juga menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga yang kebetulan tidak pulang kampung. Makanan dengan penyimpanan tidak baik juga rentan ditumbuhi jamur dan menjadi basi. Kontaminasi juga terjadi jika makanan mentah berada dekat dengan makanan matang.

Yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan tersebut. Oleh karena itu proses pemanasan makanan, baik di kompor atau melalui microwave harus tetap dilakukan sebelum makanan dikonsumsi kembali. Sehingga kejadian keracunan makanan yang kerap terjadi selama seputar lebaran tidak terjadi.

Pada akhirnya antisipasi terhadap berbagai penyakit seputar lebaran merupakan hal yang penting. Kita harus selalu ingat bahwa rangkaian lebaran dengan berbagai aktifitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Sehingga tentunya masyarakat harus waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seputar lebaran. Sehingga pada saat harus beraktifitas kembali pasca lebaran tetap berada dalam keadaan sehat wal afiat.

Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf lahir batin
 
Dr.dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, FINASIM, FACP
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM
Wakil Ketua  PB.PAPDI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.