Kompas.com - 13/08/2013, 11:30 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com —
Meski puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan primer saat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberlakukan pada tahun 2014, tidak semua masyarakat dapat mengakses puskesmas karena hambatan geografis.

Dalam JKN, pelayanan kesehatan dilakukan berjenjang, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan primer, sekunder, hingga tersier. Penduduk yang sakit harus mengakses layanan kesehatan primer terlebih dahulu, yakni puskesmas, dokter keluarga, dan klinik

Saat ini, jumlah puskesmas di seluruh Indonesia mencapai 9.500. "Jumlah ini mungkin akan bertambah. Kita masih menunggu konfirmasi dinas kesehatan di daerah mengenai kecukupan jumlah puskesmas," kata Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI Dedi Kuswendar ketika dihubungi Kompas.com pada Senin (12/8/2013).

Satu puskesmas idealnya melayani 25.000 sampai 30.000 populasi. Dedi mengatakan, bila dilihat dari jumlah populasi, puskesmas yang ada sudah mencukupi. Sayangnya, kondisi geografis menyebabkan tidak semua populasi bisa mengakses fasilitas kesehatan tersebut.
Setiap puskesmas akan memiliki seorang dokter. Jika kompetensi layanan kesehatan primer ini tidak mampu menangani satu kasus, pasien akan dirujuk ke layanan kesehatan sekunder, yakni rumah sakit di daerah.

Dedi mengatakan, puskesmas yang siaga 24 jam idealnya memiliki dua dokter. Puskesmas juga akan bermitra dengan dokter umum dan klinik pratama, terutama untuk melakukan promosi pencegahan penyakit.  

Untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, pemerintah berencana menambah puskesmas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.