Kompas.com - 14/08/2013, 11:03 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Vitamin D merupakan vitamin yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya mencegah penyakit kronis seperti diabetes hingga tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun sebuah studi baru menemukan, suplemen vitamin D tidak bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang berusia lanjut.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal JAMA Internal Medicine tersebut melibatkan 159 pasien yang berusia rata-rata 77 tahun. Para peserta diketahui menderita hipertensi khususnya hipertensi sistolik. Kemudian mereka diberikan suplementasi vitamin D atau plasebo setiap tiga bulan selama satu tahun.

Menurut studi, suplementasi vitamin D tidak menurunkan tekanan darah atau memperbaiki pengukuran apapun pada pemeriksaan kesehatan kardiovaskular.

Meskipun begitu, Miles Witham, peneliti studi dari University of Dundee di Skotlandia mengungkapkan, suplementasi vitamin D mungkin masih bisa bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular namun tidak melalui efek tekanan darah. Biapun mekanismenya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Salah satu pakar jantung dari Sinai Medical Center di New York yang tidak terlibat dalam penelitian, Dr Nicholas DuBois mengatakan, temuan tersebut menarik, namun mungkin mengecewakan.

Kekurangan kadar vitamin D, paparnya, telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Dan ada harapan untuk mencukupi asupan vitamin D dengan suplementasi. Suplementasi vitamin D dipercaya tidak memiliki efek samping dan relatif murah, sementara manfaatnya sangat baik untuk proteksi penyakit kardiovaskular.

"Bagi saya, studi ini merupakan yang pertama dan skalanya sangat kecil sehingga belum memiliki kemampuan statistik untuk melihat dampak dari suplemen vitamin D," ujarnya.

Dengan kata lain, imbuhnya, harus ada penurunan tekanan darah yang sangat tinggi untuk ditarik kesimpulan signifikan dari studi kecil. Maka dibutuhkan studi lanjutan dengan skala yang lebih besar sehingga kesimpulannya lebih akurat.

Menurut pakar jantung lainnya, Dr Nicholas Gargiulo dari North Shore-LIJ's Plainview Hospital New York, studi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari studi adalah kemampuannya untuk memilih peserta secara acak dari area geografis yang luas di Inggris. Kendati demikian, kurangnya keanekaragaman etnis membuat hasil studi ini belum bisa dikatakan konsisten.

"Tidak ada obat atau suplemen yang benar-benar memberikan efek sempurna. Maka perlu dilihat juga dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari para peserta seperti keseimbangan pekerjaan, aktivitas fisik, kesehatan spiritual, dan diet mereka," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.