Manfaat ASI, dari Mencerdaskan hingga Cegah Kanker

Kompas.com - 15/08/2013, 11:35 WIB
Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI. shutterstockBanyak faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami terbaik bayi di awal kehidupannya. Karena segudang manfaat yang dimilikinya, tak heran bila banyak ahli yang menganjurkan agar setiap ibu sedapat mungkin memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati minimal dalam enam bulan pertama kehidupannya.

Dokter anak yang juga pakar laktasi, Utami Roesli, Sp.A., IBCLC., FABM menegaskan, pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan  menjamin tercapainya pengembangan potensi antara lain kecerdasan anak secara optimal.

Hal  ini karena selain sebagai nutrien yang ideal dengan komposisi yang tepat serta  disesuaikan dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung nutrien-nutrien khusus  yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal.

Seperti kita tahu, sejak konsepsi dalam kandungan hingga usia dua tahun pertama kehidupan, merupakan masa kritis. Pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh sangat cepat. Masa ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan berulang.

Dengan demikian, bila dalam periode ini anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Oleh karena itulah, kecukupan gizi perlu diperhatikan. 

Kebutuhan gizi bayi 0-6 bulan sudah bisa tercukupi hanya dengan minum ASI secara ekslusif. Tak ada makanan dan minuman lain yang lebih baik untuk bayi 0-6 bulan selain ASI. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari alergi dan penyakit-penyakit, seperti diare, infeksi usus, penyakit pernapasan dan sebagainya.  Pemberian dilakukan sejak sejam setelah bayi dilahirkan atau Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Jika pemberian ASI ditambah dengan makanan/minuman di luar ASI, maka zat gizi ASI yang telah sempurna itu, menjadi tak seimbang lagi. Selain tumbuh bayi terganggu, termasuk kecerdasan, daya tahan tubuhnya juga berkurang sehingga bayi rentan terhadap serangan penyakit.

Adapun zat-zat kekebalan yang terdapat dalam ASI

Jenis                                  Manfaat
- Imunoglobulin                Melindungi tubuh terhadap infeksi
- Zat anti stapilokokus      Menghambat pertumbuhan stapilokokus
- Komplemen C3 dan C4   Mempunyai daya opsenik
- Lisozim                          Menghancurkan dinding sel bakteri
- Laktoperoksidase           Membunuh streptococcus
- Laktoferrin                     Membunuh beberapa jenis organisme
- Sel darah putih               Fagositosit, membuat C3 dan C4, Laktoferin, S IgA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X