Kompas.com - 23/08/2013, 10:01 WIB
Warga melakukan pendaftaran poliklinik di Puskesmas kecamatan pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013). Dalam satu hari, puskesmas yang dilengkapi dengan ruang rawat inap ini melayani hingga lebih dari 500 pasien rawat jalan.
 
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROWarga melakukan pendaftaran poliklinik di Puskesmas kecamatan pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013). Dalam satu hari, puskesmas yang dilengkapi dengan ruang rawat inap ini melayani hingga lebih dari 500 pasien rawat jalan.
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com
- Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2014 adalah upaya negara untuk menjamin hak setiap warga negara untuk dapat hidup sehat dan produktif.

Seperti beberapa negara maju lainnya, Indonesia akan menerapkan JKN dengan sistem asuransi sosial. "Semakin banyak orang yang ikut JKN, semakin banyak orang yang akan menanggung biaya kesehatan," kata Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Kementrian Kesehatan, Usman Sumantri di Jakarta (22/8/13).

Pada 2014 nanti, JKN baru mencakup pegawai negeri, anggota TNI/Polri, serta penduduk miskin dan tidak mampu. Ditargetkan pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia sudah masuk dalam kepesertaan JKN.

Meski waktu pelaksaan JKN sudah dalam hitungan bulan, namun sosialisasi pemerintah akan JKN masih kurang. Masih banyak masyarakat yang tidak paham akan sistem jaminan sosial ini.

Salah satunya adalah Rizki Fitriasari (36), seorang guru di sebuah SMA. "Saya ragu akan ikut JKN atau tidak karena mekanisme pengelolaan dananya belum jelas. Apa benar penyakit berat seperti kanker atau cuci darah bisa ditanggung dengan iuran serendah itu," katanya.

Rizki selama ini adalah peserta asuransi kesehatan swasta. Ia juga belum paham bagaimana mekanisme klaim asuransi ini.

"Tapi pada dasarnya saya suka ide dasarnya karena saling menolong antar sesama masyarakat dengan sistem subsidi silang," kata wanita yang aktif menulis di blogger ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.