Kompas.com - 24/08/2013, 07:12 WIB
EditorLusia Kus Anna

”Konsumsi obat itu ada dosis maksimal. Kalau obat asli, dosisnya tepat, tetapi tidak seperti itu untuk obat palsu,” katanya.

Menurut Nugroho, obat DE beredar di Indonesia lebih dari sepuluh tahun sehingga beberapa perusahaan farmasi dibolehkan memproduksi dan mengedarkan obat serupa. ”Jangan beli di pinggir jalan. Jalur resmi obat-obatan ini di apotek,” ujarnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas BPOM Budi Djanu Purwanto mengatakan, pengawasan terhadap peredaran obat erektogenik sudah rutin dilakukan. Namun, pengawasan terhadap pedagang atau toko tak berizin belum berkesinambungan.

Di Jawa Tengah, Kamis lalu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang mendapati penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produksi jamu ilegal di sebuah pabrik di Kabupaten Banyumas. Bahan kimia itu mengandung tadalafil dan sildenafil sitrat. Masih di Banyumas, petugas menggerebek gudang penyimpanan jamu ilegal plus bahan kimia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tini Hadad mengatakan, BPOM jangan menyalahkan masyarakat. Yang dibutuhkan adalah edukasi dan aksi di lapangan. (GRE/K05)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.