Kompas.com - 24/08/2013, 10:24 WIB
Bek Real Madrid dari Brasil, Marcelo, meninggalkan lapangan di atas tandu setelah mendapatkan cedera dalam laga Liga BBVA kontra Real Betis di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (20/4/2013). Madrid akhirnya menang 3-1. AFP PHOTO / DANI POZOBek Real Madrid dari Brasil, Marcelo, meninggalkan lapangan di atas tandu setelah mendapatkan cedera dalam laga Liga BBVA kontra Real Betis di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (20/4/2013). Madrid akhirnya menang 3-1.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com —
Prestasi yang ditorehkan atlet merupakan hasil dari usaha keras untuk melatih dirinya. Namun, faktor yang tidak kalah penting dari itu adalah meminimalisasi efek cedera.

Dr Michael Triangto, SpKO, pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran mengatakan, cedera merupakan risiko menjadi atlet. Setiap atlet hampir pasti mengalami cedera karena melakukan aktivitas fisik yang lebih dari orang lain.

Meskipun begitu, lanjut dia, dengan pengelolaan cedera yang baik, efek cedera bisa diminimalisasi sehingga cedera bukan merupakan halangan bagi atlet untuk tetap berprestasi.

"Prinsipnya, begitu ada cedera baru harus dapat penanganan yang adekuat," tegasnya di sela-sela acara pembukaan Third Annual Scientific Meeting of Indonesian Hip & Knee Society (IHKS) Jumat (23/8/2013) kemarin, di Jakarta.

Penanganan adekuat, imbuhnya, meliputi istirahat, obat-obatan, fisioterapi, pijat, hingga akupuntur. Agar hasilnya optimal, semua aspek penanganan tersebut perlu melibatkan tenaga kesehatan yang ahli dalam bidangnya.

Michael mencontohkan, atlet yang baru-baru ini menjuarai Badminton World Federation World Championship Muhammad Ahsan, dulu sempat mengalami cedera pinggang dan tidak dapat mengikuti pertandingan beberapa waktu. Namun setelah cederanya pulih, Ahsan kembali dapat berprestasi.

Bahkan prestasi Ahsan setelah pulih dari cedera justru meroket. Ahsan berhasil menjuarai Indonesian Open, Singapore Open, dan BWF World Championship dengan kerja kerasnya dan penanganan cedera yang baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menunda pertandingan demi pemulihan cedera dan berprestasi di kesempatan berikutnya lebih baik daripada memaksakan cedera yang akan membuatnya makin parah," tutur Kasubid Kedokteran PBSI ini.

Jika ditangani dengan baik, cedera ringan bisa pulih dalam satu minggu. Dan cedera sedang pulih dalam dua minggu. Meskipun tidak dapat pulih 100 persen, tetepi efek cederanya minimal.

Sayangnya, kata dia, banyak atlet yang tidak mau jujur dengan cederanya. "Karena sudah latihan keras, cedera tak dihiraukan karena akan membuat atlet tidak bisa bertanding," ungkapnya.

Karena itu, Michael menekankan, tiap atlet harus mengetahui kondisinya. Jika memang cedera, segeralah berkonsultasi kepada dokter. Atlet juga perlu melakukan pemeriksaan secara teratur akan kondisi fisiknya.

"Inilah yang menjadi tantangan dokter olahraga, yaitu mengedukasi atlet akan pentingnya menyadari cedera dan pemeriksaan rutin fisiknya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
PENYAKIT
Akathisia
Akathisia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Health
Penis Bengkak

Penis Bengkak

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Health
Fibroadenoma

Fibroadenoma

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.