Kompas.com - 30/08/2013, 09:37 WIB
Para warga kampung Nyalindung sedang melakukan penimbangan balita dalam kegiatan Posyandu, Kamis (24/1/20113). Di kampung Nyalindung diadakan kegiatan Ayo Melek Gizi komunitas dalam rangka memeriahkan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari. Dadang Tri/Sari HusadaPara warga kampung Nyalindung sedang melakukan penimbangan balita dalam kegiatan Posyandu, Kamis (24/1/20113). Di kampung Nyalindung diadakan kegiatan Ayo Melek Gizi komunitas dalam rangka memeriahkan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari.
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS —  Pemerintah perlu segera mewaspadai berbagai masalah gizi dan kesehatan masyarakat sebagai dampak lonjakan harga sejumlah bahan pangan. Jika terlambat diantisipasi, Indonesia akan makin kerepotan mengatasi berbagai dampak akibat rendahnya kecukupan gizi masyarakat.

”Prioritaskan penanganan pada ibu hamil dan anak berumur kurang dari dua tahun,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Abdul Razak Thaha, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Dalam kondisi harga bahan pangan normal, 35,6 persen anak berumur kurang dari lima tahun (balita) pada tahun 2010 bertubuh pendek. Hal itu disebabkan kurangnya asupan gizi. Tubuh pendek juga berkorelasi dengan rendahnya kecerdasan.

Anak berumur kurang dari dua tahun perlu mendapat prioritas karena pada saat itu 80 persen perkembangan otak manusia berlangsung. Jika intervensi dilakukan pada anak umur lebih dari dua tahun, manfaatnya tidak akan optimal.

Di sisi lain, jumlah kematian ibu melahirkan pada 2011 mencapai 228 orang per 100.000 kelahiran hidup. Kurangnya berbagai zat gizi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian ibu saat persalinan.

Untuk mengatasi berbagai kondisi itu, Direktur Kesehatan dan Gizi Millennium Challenge Account-Indonesia Minarto mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan berbagai program penanganan anak pendek dan penurunan kematian ibu melahirkan yang ada.

”Penimbangan anak balita secara berkala di posyandu (pos pelayanan terpadu) perlu diaktifkan,” katanya. Ini akan membuat tinggi dan berat badan anak terpantau. Di posyandu umumnya juga diberikan makanan tambahan untuk membantu memperbaiki gizi anak.

Untuk ibu hamil, pemerintah memiliki program Jaminan Persalinan. Salah satu kegiatan yang ditanggung dalam program tersebut adalah pemeriksaan kesehatan ibu hamil sebanyak empat kali sebelum melahirkan. Jika ibu hamil rutin memeriksakan kandungan, mereka juga bisa mendapat sejumlah tablet zat gizi tambahan.

”Masalahnya, masih banyak ibu hamil yang tidak mengerti program itu dan tidak tahu manfaat pemeriksaan kehamilan secara rutin,” ujar Minarto.

Pemberdayaan program-program kesehatan itu dapat dilakukan di perkotaan yang masyarakatnya sangat bergantung pada harga pangan di pasaran dan tempat tinggalnya relatif dekat dengan fasilitas kesehatan. Untuk masyarakat pedesaan, penggalakan program pemenuhan gizi keluarga dengan bahan pangan lokal dan memanfaatkan sumber daya sekitar perlu dilakukan.

Razak menambahkan, agar berbagai program tersebut tepat sasaran di tengah terbatasnya sumber daya yang dimiliki, pemerintah perlu segera memetakan daerah-daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap persoalan kurang gizi, khususnya pada ibu hamil dan anak umur kurang dari dua tahun.

”Dengan demikian, saat dampak kekurangan gizi makin memburuk, pemerintah dapat segera melakukan intervensi,” katanya. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.