Kompas.com - 05/09/2013, 16:37 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Disfungsi ereksi atau awam biasa menyebutnya impotensi tentu menjadi ganjalan dalam keharmonisan rumah tangga. Karena itu pria yang mengalami impotensi disarankan untuk mencari pengobatan karena sebenarnya kondisi ini bisa diatasi.

Jika selama ini pengobatan impotensi lebih populer dengan obat golongan PDE-5 inhibitor seperti sildenafil, kini juga ada terapi disfungsi ereksi menggunakan gelombang elektromagnetik.

Terapi yang disebut Low-Intensity Extracorporeal Shockwave Theraphy (LI-ESWT) ini menggunakan gelombang elektromagnetik berkekuatan 100 bar yang diarahkan pada 5 titik di pangkal dan badan penis.

Menurut penjelasan Dr.Nur Rasyid, spesialis urologi dari RS.Asri Jakarta, terapi LI-ESWT ini bertujuan untuk membentuk pembuluh darah baru sehingga aliran darah ke organ intim lebih lancar.

Seperti diketahui, sebagian besar gangguan ereksi disebabkan karena gangguan aliran darah ke bagian penis.

"Efek terapi ini memang tidak secepat bila menggunakan PDE-5 inhibitor. Namun terapi ini minim efek samping, dan lebih tahan lama," kata Nur Rasyid, dalam seminar bertajuk Pasien Disfungsi Ereksi Kini Mempunyai Harapan Sembuh Tanpa Obat di Jakarta, pada Kamis (5/9).

Manfaat LI-ESWT baru terasa sekitar 9 minggu setelah terapi. Namun, menurut Nur, efeknya bisa bertahan 2 tahun sampai seumur hidup, tergantung pada pola makan, istirahat, dan gaya hidup lain yang dijalani pasien.

Ia menambahkan, keuntungan jangka pendek dari terapi tersebut adalah melebarnya pembuluh darah di sekitar penis sehingga dapat menampung lebih banyak darah dan ereksi lebih mudah terjadi.

Selain aman, terapi LI-ESWT juga diklaim memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

Nur mengatakan, pada pasien yang masih menggunakan dan merespon efek sildenafil, tingkat keberhasilan terapi ini bisa sampai 75 persen. Sedangkan untuk pasien yang sudah tidak merespon dan menggunakan sildenafil, keberhasilannya mencapai 70 persen.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Orkitis
Orkitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.