Kompas.com - 06/09/2013, 13:29 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Kuesioner kesehatan reproduksi, yang salah satu pertanyaannya mengenai ukuran kelamin dan payudara, pada siswa sekolah menengah dinilai kurang tepat oleh Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

Menurut Ali, seharusnya pertanyaan tersebut lebih diarahkan pada pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. "Survei tersebut memang penting dan maksudnya bagus, tetapi tidak begitu caranya. Seharusnya dilihat dulu siapa yang akan disurvei dan bagaimana sebaiknya bertanya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (6/9/2013) di Jakarta.

Ali mengatakan, survei tentang kesehatan reproduksi seharusnya melibatkan tenaga layanan kesehatan. Selanjutnya para siswa bisa bertanya bagaimana mengisi kuesioner tersebut setelah berkonsultasi dengan tenaga yang memiliki cukup pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Ali juga mengatakan, orangtua sebaiknya dilibatkan dalam proses pengisian kuesioner.

Walau kuesioner yang beredar di sekolah di Kota Sabang, Provinsi Aceh, sebelumnya disebut sebagai program dinas kesehatan yang berasal dari pemerintah pusat, tetapi Ali membantahnya.

"Yang jelas zaman saya tidak ada program itu. Saat ini kasus yang saya periksa baru yang terjadi di Aceh, untuk yang di Yogyakarta masih tahap penyelidikan," kata Ali.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim. Menurutnya, pertanyaan tentang kondisi alat kelamin tersebut sangat vulgar dan tidak ada untungnya.

Pertanyaan tentang ukuran dan kesehatan alat kelamin, kata Musliar, seharusnya bukan untuk siswa sekolah menengah. "Kondisi kelamin sangat privasi. Apa sih fungsinya menanyakan hal tersebut pada anak sekolah menengah?" kata Musliar.

Dalam penyebaran kuesioner ini, Musliar menyoroti peran sekolah. Menurutnya, seharusnya pihak sekolah bisa menilai kuesioner apa yang pantas dan bisa masuk ke lingkungan pendidikan tersebut. Selanjutnya pihak sekolah bisa bertanya apa pentingnya dan manfaat yang diperoleh siswa dari kuesioner tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.