Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?

Kompas.com - 09/09/2013, 12:10 WIB
Ilustrasi penjualan rokok politico.comIlustrasi penjualan rokok
|
EditorLusia Kus Anna



Kompas.com -
Walaupun iklan rokok terus dibatasi, nyatanya tetap sulit mengurangi jumlah pecandu rokok. Salah satu hal yang diduga membuat produsen rokok berhasil menarik minat para perokok muda adalah produksi rokok mentol.

Kepopuleran rokok mentol paling tidak tergambar dalam sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat. Data menunjukkan, dari 84.000 perokok diketahui 57 persen perokok berusia 12-17 tahun memilih rokok mentol. Sementara perokok berusia 18-25 tahun sekitar 45 persennya merokok mentol.

Meski secara global jumlah perokok mengalami penurunan, ternyata jumlah penggemar rokok mentol tetap sama, bahkan mengalami peningkatan.

"Hasil penelitian ini menunjukkan, kehadiran rokok mentol di pasaran memperlambat penurunan jumlah orang yang merokok di AS," kata salah satu peneliti Andrea Villanti, dari Schroeder Institute for Tobacco Research and Policy Studies.

Rasa mentol adalah kandungan yang memberi efek pendinginan dan mengaktifkan reseptor dingin di kulit. Penambahan rasa mentol dalam rokok juga dianggap membuat rokok lebih mudah diterima perokok muda yang paru-parunya belum terbiasa menghadapi rasa rokok yang lebih kuat.

Dalam studi tahun 2004, para peneliti mengungkapkan bahwa merokok rokok mentol sebenarnya menghalangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme nikotin. Akibatnya, perokok lebih beresiko tinggi terkena kanker karena tubuhnya harus menghadapi zat berbahaya dalam konsentrasi tinggi.

"Penambahan sedikit rasa mentol akan membuat racun terasa manis sehingga lebih mudah dihisap," kata ketua peneliti Gary Giovino, ketua departemen kesehatan komunitas dan perilaku kesehatan dari University Buffalo.

Dibandingkan dengan perokok berusia diatas 25 tahun yang 30-33 persennya memilih rokok mentol, sebanyak 57 persen para perokok berusia muda memilih rasa mentol dalam rokok.

Secara khusus rokok mentol dipilih oleh perokok muda, wanita berkulit nonputih. Rokok merk Camel dan Marlboro menunjukkan peningkatan jumlah perokok remaja dan dewasa muda.

Kepopuleran rokok mentol juga dipengaruhi oleh kampanye iklan tahun 1950-an yang menyebutkan rokok mentol lebih sehat ketimbang rokok biasa. Bahkan, rokok mentol diklaim bisa membuat tubuh terasa nyaman saat kita sedang flu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X