Kompas.com - 12/09/2013, 13:56 WIB
ILustrasi kaki ShutterstockILustrasi kaki
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - 
Sekitar 15 persen penderita diabetes mengalami masalah dengan pembuluh darah perifer (tepi). Kondisi ini menyebabkan luka yang tak kunjung sembuh, kematian jaringan, dan berujung amputasi.

Luka pada penderita diabetes, terutama pada kaki, sebetulnya tak harus berujung pada amputasi. Luka yang disebabkan penyempitan pembuluh darah perifier tidak perlu terjadi bila penyempitan dideteksi dan diobati. Sayangnya, informasi ini tak banyak diketahui para penderita diabetes.

“Selama ini, perawatan luka lebih banyak pembersihan, kontrol, dan pemberian antibiotik. Sedikit sekali yang kemudian memperbaiki pembuluh darah tepi yang tersumbat. Padahal, langkah ini mencegah penyempitan kembali terulang dan makin meluasnya amputasi,” kata ahli jantung dari RSJPD Harapan Kita dr Hananto Wibisono di Jakarta, Rabu, (11/9/2012).

Masalah kaki pada penderita diabetik sebetulnya hanya ujung dari penyempitan pembuluh darah tepi. Untuk mengobati keseluruhan, penyempitan ini harus dibuka. Pembukaan dengan ring atau sekedar peniupan balon ini, akan meningkatkan tekanan di daerah luka. Selanjutnya, proses oksigenisasi terjadi lebih cepat, sehingga luka bisa segera sembuh.

Sama seperti pada koroner, penyempitan di arteri disebabkan penumpukan plak yang terbuat dari kolesterol, kalsium, dan lemak. Penyempitan ini mengganggu aliran darah dan menyebabkan kram yang sangat nyeri ketika berjalan. Kram ini biasanya hilang setelah 5-10 menit beristirahat. Namun istirahat ini tak lantas memperlancar aliran pembuluh darah.

Hananto menambahkan, sekitar 2/3 penderita penyempitan pembuluh darah perifer tak menunjukkan gejala. Kendati begitu, ada beberapa tanda yang bisa dicermati antara lain kaki yang dingin, kulit pada tungkai dan kaki yang kering mengilap, penyembuhan luka pada kaki, jari, dan tungkai yang buruk. Tanda ini juga disertai pertumbuhan kuku dan rambut kaki yang lambat. Pada beberapa kasus, rambut kaki cenderung rontok.

Selain penyakit diabetes, ada beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan timbulnya penyempitan pembuluh darah perifer yakni kebiasaan merokok, penderita hipertensi, dan pernah mendapat serangan stroke.

Penyakit ini juga lebih sering mengintai orang yang berusia di atas 50 tahun dan menderita kadar homosistein rendah. Homosistein adalah protein yang membantu membangun dan mempertahankan jaringan. Kondisi penyempitan pembuluh darah purifier memerlukan penanganan segera.

“Bila tidak cepat ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Misalnya stroke atau amputasi,” jelas Hananto.

Tentunya penyempitan pembuluh darah tepi bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan kontrol pola makan dan menghindari faktor risiko. Hananto juga menyarankan pasien berhenti merokok karena kebiasaan ini adalah faktor risiko terbesar penyempitan pembuluh darah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
Untuk Cegah Stunting, BKKBN Wajibkan Prakonsepsi untuk Calon Pengantin

Untuk Cegah Stunting, BKKBN Wajibkan Prakonsepsi untuk Calon Pengantin

Health
8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

Health
Pankreatitis Kronis

Pankreatitis Kronis

Penyakit
13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Health
Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.