Kompas.com - 16/09/2013, 09:39 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
- Meski praktis dan diklaim memiliki gizi yang lengkap, makanan pendamping air susu ibu (MPASI) siap saji tidak selalu menjadi pilihan yang baik bagi bayi. Sebuah studi baru menunjukkan, bayi perlu mengkonsumsi MPASI siap saji dua kali lebih banyak daripada MPASI buatan rumah untuk mendapatkan energi dan protein dalam jumlah yang sama.

Setelah memasuki usia enam bulan, bayi sudah melewati masa ASI eksklusif sehingga kebanyakan orangtua pun disarankan untuk mengenalkan MPASI padanya. Ini dilakukan agar bayi mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan yang ia butuhkan.

Hanya saja, tak semua ibu punya cukup waktu untuk memberikan MPASI buatan rumah. Akhirnya mereka pun beralih pada MPASI  siap saji yang menawarkan kepraktisan dan klaim gizi yang lengkap.

Sayangnya, studi yang dipublikasi dalam jurnal Archieves of Disease in Childhood menunjukkan, bayi yang makan MPASI siap saji hanya mendapatkan separuh nutrisi dari MPASI buatan rumah. Sebagai "bonus" mereka bahkan mendapatkan kalori dan gula tambahan yang lebih banyak.

Para peneliti dari University of Glasglow di Skotlandia melakukan analisa pada makanan bayi yang diproduksi sejumlah produsen makanan. Produk yang semuanya berasal dari Inggris ini tersaji dalam bentuk susu, sereal, wafer, biskuit, batangan, hingga kue.

Mereka mendapatkan informasi nilai gizi, seperti kalori, lemak, dan zat besi dalam produk-produk tersebut dari kemasan dan situs resmi produsen. Rata-rata produk-produk tersebut mengandung 67 kalori setiap 100 gram.

Produk juga mengandung sejumlah nutrisi yang sama seperti MPASI buatan rumah. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kandungan yang sama, MPASI buatan rumah hanya perlu disajikan sebanyak 50 gram. Ini berarti separuh MPASI buatan rumah sudah mampu menyamai gizi MPASI siap saji.

Studi ini menemukan, dari 479 produk yang dijual di pasaran, sebanyak 65 persen mengandung kadar gula yang tinggi. Secara alami, bayi cenderung menyukai makanan dengan rasa yang manis. Menurut peneliti, inilah yang membuat produsen MPASI siap saji menambahkan gula yang tinggi pada setiap produknya.

"Orangtua perlu lebih mewaspadai makanan olahan, terlebih yang mengandung gula tambahan dan yogurt," ujar Dr Peter Richel, ketua departemen kedokteran anak di Northerm Westchester Hospital.

Dia mengatakan, MPASI buatan rumah juga dapat mengurangi risiko bayi mengalami pengeroposan gigi. Dengan memberikan MPASI buatan rumah juga membuat bayi lebih mudah untuk menerima makanan padat yang sesuai dengan kebiasaan makan keluarganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.