Kompas.com - 24/09/2013, 08:35 WIB
Ilustrasi bayi prematur. miraclebaby.co.ukIlustrasi bayi prematur.
|
EditorAsep Candra

Jenis kembar siam

Dari laman resmi Mayo Clinic disebutkan, kebanyakan bayi kembar siam berdempetan di area dada atau kembar Thoracopagus. Mereka biasanya memiliki satu jantung, lever, dan usus bagian atas.

Area lain bayi kembar berdempetan biasanya terletak di bagian pusar atau Omphalopagus. Kondisi ini membuat dua bayi berbagi satu lever, dan beberapa berbagi fungsi usus halus dan usus besar.

Tipe bayi kembar siam lainnya adalah yang berdempetan di tulang belakang atau Pygopagus. Biasanya mereka saling membelakangi. Beberapa bayi kembar dengan kondisi ini harus berbagi saluran cerna, alat kelamin, dan organ kemih.

Kembar siam yang juga umum adalah Ischiopagus, mereka berdempetan di bagian panggul. Seperti Pygopagus, kembar dengan kondisi Ischiopagus juga harus berbagi saluran cerna, selain lever, organ kemih, juga alat kelamin.

Masing-masing bisa memiliki kaki, tetapi di beberapa kasus juga ditemui kembar dempet di bagian panggul hanya memiliki satu pasang kaki. Pada kondisi yang terbilang langka, kaki kembar ini bahkan bisa menyatu.

Kondisi kembar siam yang juga umum ditemukan adalah berdempetan di bagian kepala atau Craniopagus. Mereka berbagi porsi tempurung kepala dan kemungkinan jaringan otak. Kondisi kembar seperti ini juga memungkinkan mereka untuk berbagi otak korteks atau bagian dari otak yang memainkan peran sentral dalam memori, bahasa, dan persepsi.

Kembar siam terjadi ketika sebagian embrio awal memisahkan diri dan membentuk dua individu. Meskipun dua janin akan berkembang dari embrio ini, mereka akan tetap terhubung secara fisik. Kembar siam juga dapat berbagi satu atau lebih organ internal.

Pada ibu hamil, tidak ada tanda spesifik atau gejala yang mengindikasikan ia mengandung bayi kembar atau tidak. Namun, pada kehamilan bayi kembar, ukuran rahim berkembang lebih cepat dari yang semestinya. Ibu yang mengandung bayi kembar juga biasanya lebih sering merasa lelah, mual, dan muntah di awal kehamilan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.