Kompas.com - 25/09/2013, 17:33 WIB
Bayi kembar ShutterstockBayi kembar
|
EditorAsep Candra
KOMPAS.com - Bayi yang lahir dengan kondisi tertentu, seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram, bayi lahir kurang bulan atau prematur, bayi lahir dengan kelainan termasuk kelainan bawaan, bayi kembar siam, juga kembar siam parasit, disebut sebagai bayi risiko tinggi.

Bayi dengan kondisi ini perlu mendapatkan penanganan tepat sejak lahir hingga tumbuh sebagai anak bahkan hingga remaja, termasuk penanganan terkait faktor tumbuh kembangnya.

Agar tumbuh kembang optimal, bayi risiko tinggi sejak dirawat di ruang NICU/PICU perlu mendapatkan pemantauan dari dokter anak sub spesialisasi pediatri sosial.

"Perawatan bayi risiko tinggi perlu didampingi pediatri sosial. Ia dokter anak dengan spesialisasi pediatri sosial. Pendampingan perlu dilakukan hingga fase remaja agar tumbuh kembangnya optimal," ungkap dokter spesialis anak dari Divisi Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Rosalina Dewi Roeslani, kepada Kompas Health di Jakarta.

Menurut Rosi (sapaan akrabnya), pemantauan tumbuh kembang anak dari kelahiran bayi risiko tinggi, sebenarnya bisa saja dilakukan dokter spesialis anak. Dengan kata lain, dokter spesialis anak juga memiliki kompetensi pediatri sosial. Namun, dokter anak sub spesialis pediatri sosial lebih fokus dalam memantau tumbuh kembang anak secara menyeluruh, apakah mengalami gangguan seperti keterlambatan atau lainnya.

"Dokter anak pediatri sosial punya alat tes yang lebih lengkap, dan mereka lebih fokus dalam mengobservasi tumbuh kembang anak. Mereka bisa fokus melakukan observasi 15 sampai 30 menit," tuturnya.

Meski peran pediatri sosial penting dalam penanganan bayi risiko tinggi, faktanya belum banyak orangtua yang menyadari hal ini. Menurut Rosi, RSCM yang menjadi rumah sakit rujukan dari berbagai daerah di Indonesia, seringkali menerima kasus bayi risiko tinggi. Namun, pada tahap rawat jalan, tidak banyak bayi risiko tinggi yang kembali ke poliklinik anak untuk melakukan pemeriksaan oleh pediatri sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hanya 30 persen dari pasien yang kembali ke poliklinik anak untuk rawat jalan dengan pediatri sosial," ungkapnya.

Minimnya jumlah ahli pediatri sosial di daerah lain di luar Jakarta juga menjadi penyebab orangtua tidak melanjutkan rawat jalan.

Namun untuk kondisi di Jakarta, kata Rosi, rawat jalan dengan pediatri sosial lebih mudah dilakukan. Tidak hanya di rumah sakit seperti RSCM, juga bisa dilakukan di klinik tumbuh kembang yang mulai banyak muncul di Jakarta.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Filariasis
Filariasis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
Rahim Ganda

Rahim Ganda

Penyakit
10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.