Kompas.com - 28/09/2013, 07:24 WIB
Aspartam banyak ditemui pada produk minuman. shutterstockAspartam banyak ditemui pada produk minuman.
|
EditorWardah Fazriyati
KOMPAS.com - Pemanis buatan aspartam, yang banyak ditemui pada produk minuman, sudah lama menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Bahkan isu aspartam dapat menyebabkan diabetes, kanker otak, dan bisa mematikan sumsum tulang pun masih kerap beredar dan memunculkan ketakutan untuk mengonsumsi produk-produk yang mengandungnya.

Keresahan masyarakat sebenarnya beralasan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahaya aspartam, meskipun tidak sedikit pula yang menyanggahnya. Namun umumnya lembaga pengawas makanan di berbagai negara menilai, aspartam aman dikonsumsi, selama tidak melebihi batas yang dianjurkan.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy A Sparringa mengatakan, aspartam merupakan salah satu dari bahan tambahan pangan (BTP) yang aman dikonsumsi.

BTP, kata Roy, merupakan bagian dari teknologi pangan yang dibutuhkan seiring perkembangan selera konsumen, gaya hidup, dan teknologi informasi. Selera pada makanan atau minuman manis pun memunculkan inovasi pemanis aspartam.

"Namun BTP juga harus memperhatikan keamanan bagi konsumen dan fungsi teknologi itu sendiri," ujarnya dalam seminar media oleh BPOM, di Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Maka, lanjutnya, penggunaan BTP pun sudah diatur berdasarkan kajian keamanan yang meliputi uji toksikologi, paparan bagi orang Indonesia, dan memperhatikan kelompok rentan antara lain balita, ibu hamil, dan menyusui. Selain itu, keamanan BTP juga diatur dalam Undang-undang.

Batas aman
Aspartam, tegas Roy, merupakan BTP yang sudah diatur dan aman dikonsumsi jika tidak melebihi batas aman. Batas aman konsumsi aspartam adalah 50 mg/kg berat badan per hari. Maka jika memiliki berat badan 50 kg, konsumsi aspartam maksimal per hari adalah 2.500 mg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aspartam merupakan produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih serta kestabilannya sangatlah bergantung pada waktu, temperatur, pH, dan aktivitas air. Aspartam sangat stabil apabila dalam keadaan kering, tetapi pada temperatur 30 hingga 80 derajat celsius (dipanaskan, disterilisasi, dan lain-lain) maka aspartam akan kehilangan rasa manisnya.

Oleh karena itu, pada makanan yang hanya sedikit atau cukup mengandung airlah maka rasa manis aspartam akan tetap bertahan. Aspartam sendiri sangat baik untuk produk yang disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.

Aspartam memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.Tak heran apabila pemanis ini banyak sekali dipakai dalam berbagai macam produk, baik makanan maupun minuman.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.