Kompas.com - 02/10/2013, 11:48 WIB
|
EditorAsep Candra

Hasil riset menunjukkan, responden yang melakukan CTPS sebelum makan pagi meningkat 58 persen pada Desember 2011, 72 persen pada Mei 2012 dibandingkan 52 persen pada September 2011. Sedangkan CTPS sebelum makan siang meningkat 78 persen pada Mei 2012 dibandingkan Desember 2011 (75 persen). Sementara CTPS sebelum makan malam meningkat 70 persen pada Mei 2012 dibandingkan Desember 2011 (60 persen). CTPS setelah buang air besar di rumah meningkat 96 persen pada Mei 2012 dibandingkan Desember 2011 (95 persen).

Menurut Adina, meski terjadi peningkatan secara umum di 10 provinsi, setiap daerah memiliki tantangan tersendiri Promosi kesehatan di Jakarta dan kota besar tertunya lebih mudah karena infrastruktur siap, dan mindset juga sudah terbentuk karena sering terpapar iklan dan edukasi lainnya.

Sementara di daerah, tak mudah meyakinkan orang untuk melakukan CTPS dan menjaga kesehatannya agar terhindar dari penyakit. Meski peran Dokter Kecil membantu, namun orangtua belum tentu mau melakukan CTPS misalnya.

"Mindset paling sulit diubah. Selain juga masalah infrastruktur. Di NTT misalnya, mereka bisa mengaplikasikan CTPS namun sumber mata air terbatas, mereka berbagi air dan harus jalan kaki 3 km untuk mendapatkan air, akhirnya air tadah hujan yang digunakan," terangnya.

Menjawab tantangan ini, Adina mengatakan selain membangun satu desa di NTT, mulai 2013 promosi kesehatan terutama CTPS akan melibatkan kaum ibu di posyandu juga PKK. Untuk di daerah, peran agen perubahan dari kalangan perempuan ini tak kalah penting dengan Dokter Kecil. Apalagi, orang daerah dengan bahasa yang sama, bisa menyampaikan pesan lebih baik.

"Dengan melibatkan penyuluh yang berasal dari daerah setempat, masyarakat akan lebih menangkap pesan karena mereka bicara dengan dialek yang sama. Ini lebih efektif ketimbang mendatangkan penyuluh dari kota untuk terjun ke daerah," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.