Kompas.com - 03/10/2013, 14:01 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
- Menyadari pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun atau CTPS untuk mencegah berbagai penyakit, kebiasaan CTPS pun mulai tumbuh terutama di masyarakat perkotaan yang banyak terpapar informasi.

Jika kesadaran sudah muncul, pertanyaan berikutnya adalah apakah cara CTPS sudah diterapkan dengan baik, untuk mencapai tujuan bersih dan sehat agar bisa mencegah berbagai penyakit?

"CTPS bagi sebagian orang mungkin rumit, tapi jangan sampai melewati tahapan demi tahapannya karena ingin cepat selesai. Jangan ada bagian dari tangan yang terlewati saat melakukan CTPS. Biasanya bagian punggung tangan, ibu jari, dan kuku sering terlewati," ungkap spesialis mikrobiologi klinik, dr Wani Devita Gunardi, SpMK, dari Eka Hospital, di sela kegiatan penyambutan Global Hand Washing Day, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Wani menjelaskan, tangan merupakan media paling baik untuk transportasi bakteri. Dari tangan inilah, banyak bakteri masuk ke tubuh baik ke mata, mulut, hidung, kulit, secara langsung mau pun tidak langsung melalui makanan dan minuman. Pada tangan yang kotor, bukan hanya bakteri yang menjadi penghuninya, tapi juga virus, jamur, parasit.

Karenanya, mencuci tangan yang kotor dengan sabun perlu memerhatikan setiap langkahnya terpenuhi. Tak ada satu pun dari tahapan cuci tangan yang tidak penting.

"Kalau tidak cuci tangan setelah berbagai aktivitas, ada 4,5 juta koloni bakteri pada tangan kita. Jumlah koloni bakteri ini bisa turun hanya dengan mengusap tangan," ungkapnya.

Jumlah koloni bakteri pada tangan bisa menurun signifikan, jika saat cuci tangan, Anda menggunakan air mengalir. Tahapan mengeringkan tangan juga punya peran tak kalah penting dalam menurunkan jumlah koloni bakteri. Bahkan, mengeringkan tangan dengan tisu juga dapat mencegah transmisi dan infeksi silang.

Oleh sebab itu, setiap kali ingin menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah ke kamar kecil, setelah batu atau bersin, setelah bermain dengan hewan, setelah membuang sampah, cuci tangan  perlu menjadi ritual wajib, tanpa mengabaikan satu pun tahapannya.

Sabun cair dan antibakteri?
Jika ingin mendapatkan hasil optimal dari kebiasaan CTPS, pilihan sabun juga punya peranan. Wani mengatakan sabun cair lebih higienis ketimbang sabun batangan. Pasalnya, pada sabun batangan, bakteri masih memungkinkan ditransportasikan oleh tangan.

Mengenai jenis sabun, Wani menegaskan, penggunaannya bergantung kebutuhan. Jika CTPS dilakukan di lingkungan rumah sakit, ia menyarankan sebaiknya gunakan sabun antibakteri. Namun jika di rumah, sabun tanpa antibakteri juga bisa digunakan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.