Kompas.com - 10/10/2013, 18:48 WIB
|
EditorAsep Candra

 


KOMPAS.com -
Kehamilan merupakan masa krusial, sehingga apapun yang dilakukan di saat itu bukan hanya berpengaruh pada kesehatan ibu, melainkan juga kesehatan janin. Termasuk kekurangan konsumsi air atau yang dikenal dengan istilah dehidrasi di saat hamil, efeknya bisa mempengaruhi kesehatan janin.

"Ibu hamil tidak boleh sampai kekurangan cairan karena efeknya bukan hanya pada ibunya, tapi juga janinnya," tegas ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Saptawati Bardosono, Sp.GK saat ditemui di acara Inagurasi dan Konferensi Pers Indonesian Hydration Working Group, Kamis (10/10/2013) di Jakarta.

Dehidrasi pada umumnya akan berpengaruh terhadap menurunnya konsentrasi, lemas, cedera, bahkan dalam kadar yang berat dapat menyebabkan pingsan dan kematian. Sementara itu, menurut Saptawati, pada kehamilan dehidrasi bisa berdampak pada berkurangnya air ketuban atau cairan amnion.

Meskipun belum dibuktikan secara ilmiah, kata dia, namun secara teori jika ibu dehidrasi maka cairan tubuhnya akan berkurang termasuk cairan amnion. Padahal, cairan amnion berguna untuk melindungi janin dan jika jumlahnya kurang akan berisiko bagi tumbuh kembang janin.

Selain itu, kebutuhan air ibu hamil ternyata juga lebih banyak daripada orang dewasa pada umumnya. Menurut pakar gizi dari FKUI dr Inge Permadhi, SpGK, saat hamil, wanita perlu mengonsumsi air 400 mL lebih banyak dari yang disarankan untuk orang dewasa sehat.

"Kebutuhan konsumsi air pada orang dewasa sehat yaitu antara 2.000-2.500 mL per hari. Pada ibu hamil berarti bisa mencapai 2.400-2.900 mL," ujarnya.

Begitu pula, Inge menekankan ibu menyusui untuk menambah konsumsi airnya. Terlebih saat menyusui lebih banyak lagi cairan yang keluar melalui air susu. Karena itu, menurut Inge, konsumsi air perlu ditambah 800 mL, sehingga jumlahnya mencapai 2800-3300 mL.

Air termasuk dalam zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah paling banyak dibandingkan zat gizi lainnya. Air memiliki fungsi yang banyak di dalam tubuh, antara lain untuk mengatur suhu tubuh, membasahi jaringan mukosa, pelumas dan pelindung organ-organ tubuh, mencegah konstipasi, melarutkan zat gizi, dan banyak fungsi lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.