Kompas.com - 12/10/2013, 10:07 WIB
|
KOMPAS.com - Jangan abaikan depresi pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami depresi harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Pasalnya, anak yang ibunya mengalami depresi selama hamil ternyata memiliki risiko mengalami hal yang sama saat dewasa.

Kendati risiko depresi pada anak relatif kecil, namun angka ini lebih tinggi dibanding anak yang lahir dari ibu yang tidak depresi. Risiko anak mengalami depresi, diperkirakan 1,3 kali lebih tinggi dibanding anak normal pada usia 18 tahun.

Menurut para peneliti dari Bristol University, pengobatan selama kehamilan bisa mengurangi risiko anak mengalami depresi saat dewasa. Sehingga kesehatan jiwa anak bisa lebih terjaga.

Penelitian ini melibatkan delapan ribu ibu yang mengalami depresi saat maupun usai kehamilan. Riset dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry.

"Depresi selama kehamilan harus ditanggapi dan diobati dengan serius. Risiko bersifat jangka panjang pada anak, walau relatif kecil," kata pimpinan peneliti Dr. Rebecca Pearson.

Menurut Pearson depresi ini bersifat hubungan bukan sebab akibat. Tentu dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahuinya lebih jauh.

Hal senada diungkapkan Prof Carmine Pariante dari King's College London's Institute of Psychiatry. Menurutnya perkembangan kesehatan jiwa seseorang tidak dimulai saat lahir, tapi sejak di dalam rahim.

"Pesannya sangat jelas. Menolong wanita hamil yang depresi tidak hanya menyelamatkan wanita itu, tapi juga generasi mendatang," kata Pariante.

Risiko anak mengalami depresi pada ibu yang juga bergangguan sama, kemungkinan dikarenakan hormon yang diproduksi saat stres. Hormon ini mempengaruhi perkembangan anak di dalam rahim.

"Wanita yang mengalami depresi, idealnya menjalani pengobatan sebelum hamil. Namun bila terlanjur hamil, pengobatan menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi kesehatan jiwa ibu dan anak," kata Prof Celso Arango dari Gregorio Maranon General University Hospital, Madrid.

Peneliti berpandangan, faktor berbeda mungkin terlibat dalam depresi antenatal dan postnatal. Pada depresi usai melahirkan (postnatal), faktor lingkungan seperti dukungan sosial memiliki efek besar dalam penyembuhan.

Hasil ini didasarkan pada penelitian Avon Longitudinal Study of Parents and Children, sebuah penelitian jangka panjang yang juga dikenal sebagai Children of the 90s. Studi ini melibatkan lebih dari 14 ribu ibu hamil antara 1991 dan 1992. Selama penelitian, kesehatan dan perkembangan anak menjadi perhatian utama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber BBC, ATP

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.