Kompas.com - 14/10/2013, 10:35 WIB
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tentunya, untuk meraih harapan tersebut, faktor gizi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Pemenuhan kebutuhan gizi secara tepat, lengkap, dan seimbang akan saling memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan, seperti terhadap tulang, penglihatan dan daya tahan tubuh bahkan otak sebagai organ kecerdasan.

“Semua itu, mendukung kapasitas anak sehingga memiliki kemampuan yang optimal di kemudian hari,” papar Prof.Ir.H.Hardinsyah, MS. Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB).

Ya, gizi berperan penting agar tumbuh-kembang anak menjadi optimal dari berbagai unsur yang mencakup kognitif, motorik, bicara dan bahasa serta sosial-emosional. Yang penting diketahui juga, gizi memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan anak untuk mempersiapkan otak sebagai hardware dalam proses pencerdasan.

Selain itu, gizi juga memberi peran penting guna membantu si kecil  agar tidak rentan mengalami sakit di masa tumbuh kembangnya. Kondisi imunitas yang baik—karena asupan gizi yang baik-- tentunya akan mengurangi risiko anak terkena penyakit. Alhasil, tak sampai mengganggu proses tumbuh-kembang anak selanjutnya.

Sejak dalam kandungan

Hardinsyah menegaskan, kapasitas dan karakter seseorang di kemudian hari ditentukan dari proses bagaimana dia dibesarkan. Hal itu termasuk bagaimana kualitas gizi dan stimulasi yang dia dapatkan, bahkan sejak ia masih dalam kandungan.

Gizi yang baik akan mendukung proses pertumbuhan janin. Sejak hamil, pertumbuhan sel otak pada janin sudah harus dimaksimalkan, melalui gizi dan stimulasi. Oleh sebab itu pula, calon ibu perlu menyiapkan gizi yang tepat sejak awal masa kehamilan.

Penting diketahui, cikal bakal otak sudah terbentuk pada minggu ketiga kehamilan berupa lempeng saraf. Kemudian, pada minggu keempat berubah menjadi tabung saraf. Lalu, pada minggu kelima kehamilan mulai terbentuk otak besar, batang otak, otak kecil dan medulla spinalis.

Nah,  setelah lahir ke dunia, periode yang penting untuk diperhatikan dalam pertumbuhan otak adalah usia 0-2 tahun. Kenapa? Pasalnya, rentang waktu tersebut merupakan periode emas (golden age) terjadinya perkembangan saraf otak yang tercepat, khususnya mielinisasi. Memang hingga usia 5 tahun perkembangan otak terus berlanjut meski tak secepat pada usia sebelumnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.