Kompas.com - 28/10/2013, 10:23 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Minggu pagi kemarin ini, ajang lari maraton Jakarta 2013 digelar. Ribuan peserta baik profesional, amatir atau hanya barangkali sekedar penggembira ikut berpartisipasi. Sebagai seorang dokter saya berharap ini adalah kesempatan baik untuk sosialisasi, promosi hidup sehat bagi masyarakat kita. Lari, jalan atau aktivitas lainnya adalah cara mudah dan murah untuk mencegah beberapa penyakit. Cara yang sangat baik mempertahankan kebugaran fisik, mental maupun emosional kita.

Di Amerika, Kanada dan negara lain, kebiasaan lari maraton merupakan olaharga favorit. Melihat mereka yang melakukan aktivitas ini siang hari di tengah terik matahari,  apalagi menjelang musim dingin, dan itu mereka lakukan di mana saja, di  trotoar jalan raya, di keramaian kota, taman, atau trek khusus yang disediakan untuk itu.

Namun, tekait dengan olahraga maraton ini, saya sering mendapatkan pertanyaan, seperti; “apakah maraton itu aman? Apakah manfaat atau pun risikonya? Mana yang lebih baik lari atau jalan saja?” Pertanyaan yang gampang-gampang sulit menjawabnya. Kalau gampangnya saya jawab, lakukan saja, apa yang bisa Anda lakukan. Anda bisa jalan, perbanyaklah berjalan, Anda dapat berlari, berlarilah, Anda kuat maraton, maratonlah. “Yang tidak baik dan buruk itu adalah Anda tidak melakukan apa-apa, Anda banyak diam, banyak duduk,banyak berbaring”.

Lalu, agak sulit menjawabnya, “apakah maraton itu aman?” Ini disebabkan, sepengetahuan saya,  belum banyaknya penelitian yang dilakukan terhadap isu ini. Memang ada beberapa kejadian kematian yang dialami beberapa pelari maraton profesional yang tiba-tiba meninggal. Sebagian besar karena serangan jantung pada saat lari atau beberapa hari setelahnya. Bahkan, kematian pernah menimpa seorang pelari maraton yang masih sangat muda, usianya 28 tahun waktu itu.

Penelitian yang dilakukan pada 750.000 pelari marathon di Inggris menunjukkan, risiko kematiannya hanya kurang  1 dari 100.000 pelari. Jauh lebih kecil dari kematian akibat kecelakaan jalan raya, risiko kematian karena diabetes, dan menurut saya jauh lebih kecil dari risiko kematian akibat kita banyak duduk di depan TV.

Dan perlu juga diingat, ketakutan risiko kematian karena lari maraton ini disebabkan, biasanya, kalau ini terjadi, akan diliput besar-besaran dan menjadi berita utama media massa. Lalu, Penyebab kematian mereka, di samping ada kaitannya dengan jantung, hiponatremi, kadar natrium yang rendah dalam darah, akibat minum berlebihan saat kita berlari dapat terjadi. Kalau seorang pelari maraton minum terlalu banyak, air juga akan kembali dikeluarkan di antaranya melalui keringat dari kulitnya. Bersamaan dengan keluarnya keringat ini natrium juga akan dibuang.

Dan, sebagai pegangan umum, bila Anda sedang berlari, kemudian Anda merasa tidak nyaman di dada, seperti rasa sakit, sesak, pusing, mual, muntah, maka  seharusnya  Anda berhenti. Sebaiknya setelah itu Anda konsultasi ke dokter langganan Anda. Dan minum berlebihan juga tidak baik untuk Anda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manfaat maraton, khususnya lari bagi  kesehatan sudah banyak dilakukan. Seperti olahraga lainnya, olahraga ini akan menurunkan risiko beberapa penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung, stroke, hipertensi. Lari yang Anda lakukan beberapa kali dalam seminggu juga menurunkan risiko diabetes, patah tulang, Insomnia, dementia, Alzheimer.

Tak hanya itu. Lari membuat Anda lebih bahagia, kulit adi lebih halus, sendi jadi lebih kuat, risiko kanker menurun, penampilan tetap bugar, menikmati makan lebih banyak,  dan Anda akan hidup lebih lama. Lantas, risikonya? Seperti pertanyaan di atas?

Memang, apapun yang Anda lakukan pasti ada risikonya.  Lari, maraton juga begitu, tetapi seperti saya singgung di atas, risiko kematian akibat serangan jantung, hiponatremi, pada pelari maraton itu hanya kecil. Yang lebih penting adalah Anda melakukannya, dan kalau ada keluhan-keluhan yang berkaitan dengan aktivitas itu yang Anda khawatirkan sebagai kelainan jantung, sebaiknya Anda konsultasi. Tetapi perlu diingat, bahwa Anda akan dapat berlari, apalagi maraton, apabila kebiaaan hidup sehat lain seperti tidak merokok, tidur yang cukup, tidak mabuk, makan yang sehat, tidak berlebihan, menjaga berat badan, sudah Anda terapkan sebelumnya.

Anda tak akan mungkin berlari, maraton, kalau beban badan Anda yang berlebihan. Seperti mobil penuh muatan di tanjakan tajam, raung mesinnya akan memekakkan. Anda tidak akan mungkin berlari kencang, dalam waktu yang lama bila jantung, paru, otot-otot, sendi Anda tidak terbiasa dan siap melakukannya. Jadi, sebelum Anda berlari, Anda membiasakan diri lebih dahulu untuk banyak berjalan, jogging, kemudian baru berlari, dan marathon. Kalau Anda lari, maraton, diselingi dengan periode berjalan mungkin lebih baik.

Oleh karena itu, walaupun pernah dilaporkan terjadinya kematian pada saat lomba berlangsung atau sesudahnya, risiko akibat maraton sangat kecil, kurang dari 1 per 100 ribu pelari. Jauh lebih kecil dibandingkan kematian akibat kecelakaan di jalan raya, atau diabetes melitus, apalagi merokok. 

Anda jangan sampai ragu untuk melakukan aktivitas ini. Manfaat yang Anda dapatkan jauh lebih besar dari ancaman risikonya. Oleh sebab itu, bergeraklah, berlarilah. Syaratnya, Anda harus berlatih dan membiasakannya sebelumnya.


Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X