Bahayanya Bila Andalkan Makan Nasi Saat Hamil

Kompas.com - 07/11/2013, 08:16 WIB
Jaga asupan gizi supaya kehamilan selalu sehat. ShutterstockJaga asupan gizi supaya kehamilan selalu sehat.
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Sebagai salah satu makanan pokok masyarakat, nasi masih memegang peran penting sebagai sumber utama energi. Kondisi ini seolah tak tergantikan dengan yang lain dan berlaku pada semua kondisi, termasuk bagi para ibu hamil (bumil).
 
Konsumsi nasi pada ibu hamil tetap menjadi utama dibandingkan makanan bergizi tinggi seperti buah, sayur, lauk, dan susu. Padahal nasi dan beras mengandung vitat yang dapat menghalangi penyerapan besi selama masa kehamilan.
 
"Porsi makan yang mengutamakan nasi bisa menyebabkan bumil kekurangan zat besi yang berbahaya bagia janin dan dirinya," kata  Oi Po Leong, Direktur R&D PT. Nutricia Indonesia Sejahtera dalam temu media,  Rabu (6/11/2013) di Jakarta.
 
Menghadapi kondisi ini, Oi menyarankan bumil jangan lagi menomorsatukan nasi dalam menu keseharian. Bumil harus memenuhi asupan yang penting bagi diri dan janinnya, terutama besi, protein, dan zat gizi mikro.
 
Kebiasaan mengutamakan nasi faktanya membuat bumil lengah memenuhi asupan nutrisi lain. Hal ini didukung survei yang dilakukan PT. Nutricia Indonesia Sejahtera bersama Southeast Asian Food and Agricultural Science Technology (Seafest) pada 2011. Dalam survei ini terungkap, 57,6 persen bumil di Indonesia mengalami defisiensi protein dan zat gizi mikro. Kondisi ini juga terjadi pada wanita usia 20-40 tahun yang belum hamil, dengan hasil 30-88 persen.
 
Survei ini juga mengatakan, asupan protein tiap harinya hanya mencapai 46 gram per hari, di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yaitu 50 gram per hari. Sedangkan asupan energi hanya 1.400 kilokalori, di bawah anjuran yaitu 1.800-1.900 kilokalori per hari.
 
Kondisi ini bisa dicegah bila bumil menjaga keseimbangan porsi hidangan. "Bukan berarti menghindari nasi, karena hidangan tersebut bagaimanapun adalah makanan pokok penghasil energi. Namun jangan lupa seimbangkan dengan buah, sayur, dan sumber hewani. Cari juga sumber karbohidrat lain misal umbi, kacang, atau gandum," kata Oi.
 
Hal senada dikatakan ginekolog, DR. dr. Naroyono Wibowo, Sp.OG (K), yang mengharuskan bumil memenuhi asupan protein dan mikronutrien. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil mikronutrien berperan penting dalam menyusun otak dan susunan saraf. Keduanya menentukan kualitas anak selama kehidupannya.
 
"Pemenuhan protein dan gizi mikro menentukan kemampuan kognitif dan tingkah laku anak di masa mendatang. Anak yang lahir kekurangan zat besi mungkin akan lahir sempurna secara fisik, namun daya tangkap otaknya lemah karena sambungan saraf yang tidak sempurna," kata Naroyono.
 
Kondisi ini mengharuskan bumil selalu menjaga asupan gizi. Hal ini bahkan sudah mulai dilakukan sejak ibu menikah dan merencanakan kehamilan.
 
Selain lewat makanan, bumil juga disarankan mengkonsumsi susu yang sarat nutrisi. Susu yang mengandung aneka mikroprotein misal besi, folat, kalsium, zinc, ditambah DHA dan serat pangan akan mencukupi kebutuhan nutrisi bumil bagi diri dan janinnya. Kecukupan nutrisi akan menjaga kesehatan dan kualitas hidup keduanya di masa mendatang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X