Kompas.com - 10/11/2013, 17:38 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -
Badan keamanan pangan dan obat-obatan Amerika atau Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan lemak trans pada makanan olahan. FDA menyatakan telah mencabut lemak trans sebagai bahan pangan yang berstatus  "generally recognized as safe" (GRAS) .  Artinya, perusahaan makanan kini tidak boleh lagi menggunakan zat yang juga kerap disebut dengan istilah partially hydrogenated oil itu.

Penerapan peraturan ini mengakibatkan beberapa jenis makanan populer mengalami reformulasi.  Dengan tidak lagi berstatus GRAS, lemak trans kini menjadi zat tambahan pangan ilegal kecuali bila perusahaan bisa membuktikan lemak trans yang digunakan tidak berbahaya bagi kesehatan, kata deputi FDA untuk makanan dan kedokteran hewan, Michael R. Taylor, seperti dilansir New York Times.

Sebelum keputusan ini dibuat, FDA mencari masukan dari industri makanan dan para ahli selama 60 hari. Masukan ini untuk mencari tahu kapan aturan lemak trans dapat diterapkan dan bagaimana dampaknya pada industri makanan.

Lemak trans mulai digunakan sejak 1950 untuk meningkatkan umur simpan dan kestabilan rasa makanan. Pada 2006, perusahaan makanan wajib menyebutkan kadar lemak trans pada daftar komposisi makanan. Aturan ini bertujuan menekan perusahaan mengurangi penggunaan lemak trans pada produknya.

Saat ini, penduduk AS rata-rata mengkonsumsi 1 gram lemak trans per hari. Konsumsi ini jauh menurun dibandung pada 2003 sebesar 4,6 gram. Panduan diet di AS menyarankan penduduknya sebisa mungkin menjauhi lemak trans. Namun demikian, lemak trans masih ditemukan pada berbagai pangan olahan.  

Lemak trans adalah lemak dari proses hidrogenasi sebagian yang menjadi padat. Lemak trans berhubungan dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Lemak trans, kata FDA, juga berhubungan dengan besarnya risiko menderita penyakit jantung koroner.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengurangi peredaran lemak trans mencegah 20 ribu kasus serangan jantung setiap tahunnya. Pengurangan lemak trans juga mencegah terjadinya 7 ribu kematian akibat penyakit jantung tiap tahunnya.

Beberapa makanan yang mengalami formulasi ulang adalah

1. Microwave popcorn

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Preventing Chronic Disease, penurunan penggunaan lemak trans  pada microwave popcorn cenderung lebih lambat dibanding produk makanan lainnya. Pada 2011, produk popcorn mengandung sedikitnya 4 gram trans fat dalam sekali penyajian.

Beberapa merek memang sudah mengurangi penggunaan lemak trans. Namun menurut Centers for Science in the Public Interest (CSPI), perusahaan lain masih menggunakan lebih dari 5 gram lemak trans dalam penyajiannya.

2. Biskuit

Menurut pakar diet, Katherine Tallmadge, biskuit mengandung lemak trans sehingga membuatnya gurih. Lemak trans juga tidak cepat berubah dalam suhu kamar. Menurut CDC, biskuit mengandung lebih dari 3,5 gram lemak trans dalam penyajiannya.

3. Makanan beku

Makanan olahan dalam bentuk adonan beku (dough) seperti biskuit, cookie atau pie crust, memang memudahkan penyajian hidangan. Namun konsumen harus waspada pada kandungan lemak trans di dalamnya. Menurut CSPI, beberapa merek makanan beku mengandung 2-3 gram lemak trans.

4. Margarin

Menurut riset Preventing Chronic Disease, penggunaan lemak trans pada margarin cenderung turun lebih lambat dibanding produk lainnya. Pada studi 2011, margarin dan produk lain yang menyertakan bahan ini mengandung sedikitnya 2 gram lemak trans pada sekali penyajian.

5. Coffee creamer

Menurut FDA, beberapa produk creamer mengandung lemak trans. Studi yang dilakukan CSPI menunjukkan, coffee creamer mengandung 0,1-0,7 gram lemak.

FDA menyatakan, produk yang mengandung lemak trans kurang dari 0,5 gram bisa diberi label tidak mengandung trans fat. Kendati begitu, produk tersebut belum tentu bebas lemak trans 100 persen. Karena itu, CSPI menyarankan konsumen melihat label komposisi makanan terlebih dulu, untuk menghindari creamer yang mengandung partially hydrogenated soy atau canola oil.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber FOXNews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.