Kompas.com - 19/11/2013, 10:25 WIB
Ilustrasi ibu dan anak mengonsumsi makanan sehat ShutterstockIlustrasi ibu dan anak mengonsumsi makanan sehat
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, prevalensi gizi kurang dan gizi buruk balita di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar 17,9 persen sedangkan yang tergolong pendek sebesar 35,6 persen. Selain itu, sebanyak 14,2 persen balita dengan berat badan lebih. Angka ini tentu memprihatinkan.

“Jika tidak teratasi kita akan menghadapi generasi dengan masalah gizi dalam kurun waktu 20 – 25 tahun mendatang," tegas Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Made Astawan.

Seperti kita tahu, gizi buruk dapat menimbulkan risiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi malnutrisi dapat menyebabkan beragam penyakit seperti obesitas atau penyakit regeneratif yang timbul karena menurunnya fungsi-fungsi organ tubuh. Karena itulah, pengetahuan, pemahaman bahkan kepedulian akan gizi perlu ditingkatkan.

“Hal yang sangat berperan adalah faktor ekonomi dan pendidikan gizi. Tak sedikit masyarakat yang berkecukupan secara finansial akan tetapi tingkat pengetahuan gizi rendah, sehingga yang terjadi anak mengalami obesitas, begitupun masyarakat yang memang kurang secara finansial sehingga gizinya pun kurang,” papar Prof. Astawan.

Beliau menegaskan, dalam konsep gizi, tak ada satu pun makanan yang bisa mencakup semua gizi yang diperlukan tubuh. Sebenarnya sifat dari bahan pangan mengandung kelebihan dan kekurangan. Ada yang tinggi dan rendah.  Hal yang juga perlu diperhatikan adalah selalu berupaya memenuhi komposisi makanan yang dianjurkan sesuai dengan piramida makanan.

“Kita harus meramunya melalui konsep komplementer, yakni saling melengkapi. Contohnya bubur kacang hijau yang dilengkapi dengan ketan hitam. Begitu juga ada konsep suplementasi, yaitu menambahkan sesuatu yang kurang pada bahan pangan tertentu, untuk mempertinggi kadarnya,” ujar Prof. Astawan.

Nah, dalam praktiknya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk menanamkan pentingnya gizi sejak usia dini.  Berikut beberapa langkah di antaranya :

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

-Ajarkan mengonsumsi makanan sehat sejak dini

Sejak ibu hamil, upayakan untuk menyantap makanan bergizi karena berpengaruh pada kesejahteraan janin. Kemudian, setelah ia lahir, upayakan untuk memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Pada usia selanjutnya, pastikan kita membuat makanan sendiri untuk si kecil. Hindari menggunakan bahan pengawet atau pewarna.

-Ajak anak mengonsumsi makanan bervariasi

Buat daftar makanan yang disukai anak, pun buat menu yang perlu dicoba agar suka. Misal, bila ada sayur atau buah yang tak disukai, kita bisa coba mencari cara mengolahnya sehingga ia dapat menyukai makanan tersebut.

Minta ia memilh dua warna buah atau sayuran di piringnya setiap kali makan. Agar tak monoton, pastikan makanan beraneka warna, buah-buahan dan sayuran yang berwarna-warni, seperti hijau dari sayur, kuning dari jagung, serta putih, kuning, dan merah dari buah-buahan.

-Ajak anak menyiapkan makanan     

Bila anak sudah lebih besar, libatkan ia dalam ragam aktivitas, misalnya mengajak ia ke pasar membeli bahan pangan, bagaimana mencuci atau mengupas, hingga ajak ia untuk mempersiapkan meja makan dan menghidangkan atau menyusun makanan. Ajak si koki kecil bagaimana memasak yang sehat, misal mengajari menggunakan oven untuk mengukus atau merebus.

-Belajar warna makanan

Saat makan bersama, kenalkan pula pada anak-anak tentang warna makanan beserta manfaatnya. Misalnya, wortel berwarna oranye kaya akan kandungan Vitamin A dan bermanfaat dalam menyehatkan penglihatan dan seterusnya. 

Warna hijau pada brokoli mengandung beragam vitamin dan antioksidan yang berguna untuk mencegah penyakit seperti kanker. Demikian pula dengan warna merah dan kuning pada semangka merupakan lycopene, salah satu komponen karotenoid sama halnya dengan betakaroten yang bermanfaat sebagai antioksidan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.