Pegawai Terinfeksi HIV, Perusahakan Diimbau Tak Lakukan PHK

Kompas.com - 20/11/2013, 08:34 WIB
Mahasiswa Uni Sadhu Guna  Business school saat menggelar aksi bagi permen kepada pengguna jalan di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2012). Aksi yang menyerukan untuk mencintai kehidupan itu dilakukan dalam angka memperingati Hari AIDS se dunia.
 
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROMahasiswa Uni Sadhu Guna Business school saat menggelar aksi bagi permen kepada pengguna jalan di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2012). Aksi yang menyerukan untuk mencintai kehidupan itu dilakukan dalam angka memperingati Hari AIDS se dunia.
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Mukhtaruddin Mansyur mengimbau, perusahaan yang memiliki status pegawai dengan HIV  tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan pegawai yang bersangkutan. PHK berarti pelanggaran terhadap salah satu hak orang dengan HIV dan AIDS (odha) yaitu mendapat pekerjaan yang baik sesuai dengan kemampuannya.

"Sudah menjadi amanat di undang-undang, odha harus diangkat derajat kesejahteraannya di masyarakat, termasuk mendapat pekerjaan yang baik," ujarnya dalam sambutan pada pelatihan media bertajuk 'Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tempat Kerja', Selasa (19/11/2013) di Jakarta.

Masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap odha membuat sejumlah perusahaan memutuskan untuk mengakhiri ikatan kerja dengan pegawai yang terinfeksi HIV. Padahal dengan pengobatan yang adekuat menggunakan obat antiretroviral, odha bisa sembuh fungsional dan meneruskan produktivitasnya seperti orang tanpa HIV.

Di acara yang sama, Direktur Eksekutif Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) Leo Indarwahono mengatakan, HIV merupakan virus yang sulit menular. Cara penularannya pun terbatas hanya dengan pertukaran cairan tubuh tertentu, yaitu darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI).

Karena itu, menurut Leo, pemutusan hubungan kerja odha dengan alasan takut menulari pegawai lainnya adalah tidak masuk akal. Pasalnya, selama odha tidak melakukan hubungan seks dengan pegawai lainnya maka transmisi virus tidak akan terjadi.

"Akvitas fisik seperti berjabat tangan, bertukar alat makan, berpelukan, bahkan berciuman dengan odha tidak akan menularkan HIV," tegasnya.

Kendati demikian, program manager IBCA Yuliana W. Simarmata tidak menampik adanya perubahan pada perusahaan jika satu saja pegawainya terinfeksi HIV. Salah satu yang paling jelas adalah bertambahnya beban perusahaan untuk menanggung biaya pengoabatan.

Karena itu, Yuli mengimbau pada perusahaan untuk dapat membuat program edukasi HIV dan AIDS bagi pegawainya.Melalui edukasi, pegawai dapat mengetahui apa itu HIV dan AIDS, cara penularan dan melindungi diri, perilaku yang berisiko tertular, dan lain-lain.

"Jika sudah teredukasi dengan baik, pegawai bukan hanya melindungi dirinya sendiri, tapi juga keluarganya," tandasnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X