Kompas.com - 27/11/2013, 18:56 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -Kebanyakan orangtua pasti menginginkan anaknya berprestasi. Namun ketika prestasi itu meredup, jangan langsung menyalahkan si kecil kurang maksimal belajar atau berlatih. Karena bisa jadi, itu adalah tanda anak mengalami gangguan kesehatan yang tidak disadari.

Salah satu gangguan yang dapat menyebabkan penurunan prestasi anak adalah sleep apnea atau henti napas saat tidur. Gejala sleep apnea yang paling jelas adalah mendengkur saat tidur. Itulah sebabnya, anak yang memiliki kebiasaan mendengkur mungkin saja mengalami penurunan prestasi.

Spesialis THT dari RS Premier Bintaro Ari Cahyono mengatakan, secara umum orang yang mengalami gejala sleep apnea akan merasa mengantuk berlebihan pada siang hari. Ini karena mereka tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik di malam hari.

"Henti napas saat tidur membuat mereka terbangun tanpa sadar, jadi wajar saja kalau kualitas tidurnya tidak baik dan mengantuk pada siang hari," paparnya dalam diskusi bertajuk "Bahaya Mendengkur dan Penanganannya", Rabu (27/11/2013) di Jakarta.

Hal tersebut, kata dia, juga bisa terjadi pada anak-anak. Namun berbeda dengan orang dewasa yang biasanya dipicu usia dan hormonal, pada anak-anak kebiasaan mendengkur justru dipicu infeksi yang kemudian menyebabkan pembesaran amandel.

Ari menjelaskan, saat infeksi ditangani dengan benar, maka akan sembuh dan ukuran amandel bisa kembali seperti sedia kala. Sayangnya, gejala infeksi seperti batuk pilek, kerap dianggap sepele oleh orangtua sehingga kebanyakan ukuran amandel yang sudah membesar tidak bisa kembali lagi.

Pembesaran amandel tersebut, imbuhnya, memperkecil jalan napas saat tidur. Itulah yang menimbulkan suara dengkuran, karena jalan napasnya tidak lancar.

Pembesaran amandel, kata dia, banyak terjadi pada anak usia sekolah, yaitu 5-10 tahun. Gangguan konsentrasi pada usia tersebut tentu akan mengurangi kemampuan anak menyerap pelajaran dan penurunan prestasinya.

"Jika sudah begitu, amandel pun harus diambil agar tidak menyumbat jalan napas dan kebiasaan mendengkur bisa hilang," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.