Kompas.com - 02/12/2013, 11:48 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Terkuaknya kasus dokter Ayu di Manado beberapa waktu lalu membuat status dokter residen perlu disoroti. Pasalnya, dokter dengan nama lengkap Dewa Ayu Sasiary Prawani ini masih berstatus residen dan belum memiliki Surat Izin Praktik (SIP).

Kasus tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan, sebenarnya bagaimana kewenangan dokter residen melakukan tindakan pada pasien? Manager akademik dan kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Pradana Soewondo menjelaskan, dokter residen merupakan sebutan untuk peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Indonesia.

PPDS, jelas dia, merupakan suatu tahap pendidikan dan pelatihan yang dilalui oleh dokter agar memperoleh kemampuan dan keterampilan tambahan sehingga dapat mengelola permasalahan kesehatan yang lebih kompleks dan spesifik. Tahapan pendidikan dokter residen dibagi menjadi tiga, yaitu residen tahap dasar, menengah, dan mandiri.

Pada tahapan residen, dokter berhak untuk memberikan kontribusi bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit, sekaligus mendapatkan pendidikan yang memadai. Hanya saja, di setiap tahapannya, dokter residen memiliki tanggung jawab yang berbeda.

Pradana menerangkan, residen tahap dasar perlu ditempatkan di RS pendidikan utama, diberikan pengayaan dan pembekalan dasar, dan mendapatkan supervisi lebih melekat. Sementara residen tahap menengah perlu diberi pelatihan dan pemahiran lebih lanjut, mulai dapat menjadi bagian dari pelayanan meski tetap membutuhkan supervisi, dan ditempatkan di RS pendidikan dan RS jejaring.

Sedangkan untuk residen tahap mandiri, dokter dapat menjadi bagian dari pelayanan, dapat dialokasikan untuk RS selain pendidikan dan jejaring, namun tetap perlu mendapatkan supervisi, meski bisa melalui jarak jauh. "Perlu dipikirkan metode supervisi jarak jauh yang efisien menggunakan teknologi informasi yang memadai," jelas Pradana melalui surat elektronik kepada Kompas Health, Senin (2/12/2013).

Dalam tahap residen, kata dia, dokter masih merupakan bagian dari proses pendidikan, meskipun sudah memiliki peran besar dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, dokter residen perlu memperoleh supervisi secara bertingkat oleh dokter spesialis konsultan di RS pendidikan.

"Dokter spesialis konsultan adalah dokter penanggung jawab pasien (DPJP) sehingga seluruh tanggung jawab termasuk tanggung jawab hukum akan berada di tangan RS dan DPJP," terang Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI ini.

Sementara itu, di RS jejaring atau RS lain yang menerima penempatan residen tahap mandiri, residen dapat memiliki tanggung jawab penuh dalam pengelolaan pasien sesuai dengan penugasan yang diterimanya (clinical appointment) dari RS.

Meski begitu, harus diakui kualitas pelayanan kesehatan di RS pendidikan dan orientasi pada keselamatan pasien ditentukan juga dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh residen. Karena itu, imbuh Pradana, secara berkala perlu dilakukan proses credential yang mengikuti perkembangan kompetensi residen.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Health
Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Health
6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

Health
5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Health
4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health
4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

Health
Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Health
8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Health
Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Health
Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Health
Apa Itu Kolesterol?

Apa Itu Kolesterol?

Health
5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

Health
Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Health
Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Health
9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.