Kompas.com - 03/12/2013, 06:48 WIB
Logo Rumah Cemara ABCLogo Rumah Cemara
|
EditorPalupi Annisa Auliani

“Biasanya home visit, tapi itu sesuai kebutuhan kalau ada yang sakit dan ada yang mau sharing.  Terus biasanya mengurusi ODHA yang butuh perawatan, kami mengurusi ruangannya, juga buat mereka yang menggunakan Jamkesmas,” jelas Isye.

Jalan mulus bergabung dengan Rumah Cemara tak dialami Faisal Syahrial. Dia adalah pengguna kambuhan narkoba suntik, meski sadar sudah terinfeksi HIV sejak 2005. Faisal pun pernah ditendang keluar komunitas karena kelakuannya itu.

“Saya waktu itu saya masih menggunakan narkoba secara sembunyi-sembunyi sampai akhirnya ketahuan, namanya juga bangkai baunya pasti kecium,” kenang Faisal. Tetapi itu cerita lama. Kini Faisal sudah sepenuhnya bersih dari narkoba dan menjadi staf aktif Rumah Cemara di bidang kampanye pendampingan ODHA dan perlawanan terhadap stigma ODHA.

Jejaring Rumah Cemara

Berdiri pada 2003, Rumah Cemara kini sudah memiliki jejaring di Cianjur dan Sukabumi. Mereka juga memiliki 61 grup pendukung, beranggotakan 6.000 ODHA dan orang-orang yang hidup bersama mereka.

Juru Bicara Rumah Cemara, Keista Leoni Kristianti, mengatakan, tantangan menghadapi stigma keterasingan ODHA masih dihadapi Rumah Cemara. Inilah yang masih butuh dilawan dengan beragam cara dan perubahan metode pendekatan.

“Kami akhirnya berinovasi dengan cara menggelar pertandingan sepak bola antara warga dengan orang-orang di Rumah Cemara. Setelah itu kami putarkan film yang bilang kalau Rumah Cemara ini kumpulan para ODHA dan kalian baru saja bertanding dengan mereka, tapi tidak ketularan lewat keringat,” kata Kishi, panggilan akrabnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Khisi, memang belum sepenuhnya kampanye melawan stigma ODHA berhasil. Tetapi, minimal Rumah Cemara bisa menjadi rumah yang nyaman bagi ODHA yang berkeinginan bangkit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Parafimosis
Parafimosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.