Minyak Esensial, Pilihan Terapi Tanpa Obat

Kompas.com - 07/12/2013, 09:17 WIB
Serai wangi mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, dan asam organik yaitu sitonelal. Kandungan ini tidak disukai nyamuk. www.wikimedia.orgSerai wangi mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, dan asam organik yaitu sitonelal. Kandungan ini tidak disukai nyamuk.
|
EditorWardah Fajri
SHUTTERSTOCK Serai bisa jadi aromaterapi, stimulan suplai ASI.
KOMPAS.com - Minyak esensial atau yang dikenal juga dengan istilah aromaterapi dapat digunakan untuk menyembuhkan banyak penyakit. Itulah mengapa terapi minyak esensial dapat dijadikan salah satu alternatif terapi tanpa obat.

Spesialis aromaterapi bersertifikat Evita Zoraya mengatakan, minyak esensial memiliki banyak jenis yang dapat digunakan untuk berbagai penyakit. Bahkan untuk penyakit-penyakit tertentu, minyak esensial bisa jadi terapi utamanya.

"Meski untuk penyakit-penyakit tertentu, misalnya kanker, minyak esensial bukan menjadi terapi utama, melainkan sebagai terapi penunjang," ujarnya saat ditemui di sela-sela kelas Healing pada Namaste Festival, di Jakarta, Jumat (29/11/2013).

Menurut Evita, minyak esensial dapat memberikan dukungan terhadap keadaan emosi, pikiran, dan jiwa. Getaran molekul yang dihasilkan oleh minyak esensial, kata dia, dapat membantu meningkatkan capaian frekuensi diri untuk mempercepat kesembuhan.

Beberapa jenis minyak esensial yang biasa digunakan untuk penyembuhan antara lain:

- Eucalyptus, yaitu untuk problem pernapasan sehingga baik untuk penyakit-penyakit seperti sinusitis, batuk, pilek, dan flu. Eucalyptus juga memperbaiki energi dan meredakan nyeri.

- Lavender, yaitu untuk meningkatkan kekuatan sistem imun, merelaksasi otot, memperbarui sel, menghilangkan memar, dan baik untuk iritasi. Lavender juga menciptakan suasana yang tenang, dan dapat mengobati penyakit-penyakit infeksi. 

"Namun sebaiknya untuk ibu hamil jangan menggunakan Lavender karena memiliki efek menstimulasi estrogen yang memicu kontraksi rahim," ujar Evita.

- Lemon, yaitu untuk memperbaiki masalah pernapasan, meningkatkan rasa awas dan segar. Lemon juga membantu menyembuhkan depresi, kelelahan mental, pilek dan flu, serta permasalahan liver.

- Geranium, yaitu untuk menyeimbangkan pikiran, memperbaiki regulasi fungsi tubuh, dan mengontrol produksi minyak tubuh. Geranium juga dapat membantu permasalahan menopause, sindrom pramenstruasi, stres, depresi, perubahan mood, dan kecemasan.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X