Kompas.com - 09/12/2013, 15:05 WIB
Bumil yang cukup vitamin D mengurangi resiko berat badan bayi yang dilahirkan kurang. shutterstockBumil yang cukup vitamin D mengurangi resiko berat badan bayi yang dilahirkan kurang.
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Penelitian terbaru mencoba mengevaluasi keterkaitan konsumsi probiotik saat hamil dengan gangguan alergi termasuk penyakit asma pada anak. Hasilnya, tim peneliti tidak menemukan bukti bahwa asupan probiotik masa prenatal ada kaitannya dengan penyakit asma dan gejala asma lainnya seperti mengi.

Riset dengan metode review sistematis dan meta-analisis dari percobaan secara acak terkontrol ini mengambil data dari berbagai sumber. Peneliti mengidentifikasi 20 percobaan terpercaya yang melibatkan total 4.866 anak. Sumber informasi berasal dari berbagai data kehamilan hingga Agustus 2013, ditambah uji klinis lima tahun terakhir di WHO.

Meghan B Azad, salah seorang peneliti, memaparkan temuannya dalam jurnal medis BMJ (dipublikasikan online pada 4 Desember 2013), bahwa sampai saat ini belum ada cukup bukti yang bisa menjadi dasar rekomendasi konsumsi probiotik untuk pencegahan asma. Perlu ada penelitian lanjutan untuk menemukan bukti akurat peran probiotik terhadap pencegahan asma anak.

Konsumsi probiotik kerap diusulkan untuk pencegahan dan pengobatan gangguan alergi termasuk asma. Dampaknya, produksi suplemen probiotik pun mengalami peningkatan. Memang, meta-analisis dari 14 percobaan acak terkontrol menunjukkan konsumsi suplemen probiotik semasa kehamilan dan masa bayi, menurunkan insidensi atopik dermatitis sebesar 21 persen.

Meski begitu, tak ada bukti klinis yang cukup membuktikan bahwa probiotik bisa mencegah asma dan mengi. Namun, pengujian pada hewan menunjukkan konsumsi probiotik semasa kehamilan bisa mencegah peradangan saluran napas dan hiper-reaktivitas.

Lebih dari setengah abad, secara global, terjadi peningkatan prevalensi asma, terutama pada anak. Sebanyak 300 juta orang di dunia diprediksi mengidap asma. Prevalensi asma juga mengalami kenaikan 50 persen per dekade.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber BMJ
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.