Kompas.com - 18/12/2013, 19:39 WIB
|
EditorAsep Candra

Kondisi, menurut Tedy, sangat berbahaya karena bisa saja rumah sakit tidak mau melakukan pemeriksaan yang menjadi kapasitasnya karena biaya yang terlalu kecil.

"Kalau begini nantinya muncul financial diagnosis. Yaitu pemeriksaan hanya didasarkan pada besarnya bayaran yang diberikan. Kalau bayarannya terlalu kecil, maka rumah sakit tidak akan melaksanakan walau kapasitasnya sesuai," katanya.

Karena itu, Tedy menyarankan pemerintah untuk meninjau ulang besaran paket harga maupun iuran. Terutama untuk Jakarta dengan beberapa rumah sakit memiliki spesifikasi tertentu, kendati tidak kelas A. Beberapa dokter di Jakarta juga praktek di berbagai tipe rumah sakit sekaligus.

“Jangan terlalu kaku menerapkan peraturan. Lihat dulu kondisi daerahnya. Sayang sekali kalau mayarakat tidak bisa diberikan pengobatan hanya karena biaya paket yang dibayar terlalu rendah, meski kapasitas rumah sakit tersebut mencukupi,” ujar Tedy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.